ホーム Budaya Momiji, Camilan dari Daun yang Usianya 700 Tahun

Momiji, Camilan dari Daun yang Usianya 700 Tahun

319
0

NIINDO.COM – Di setiap negara manapun pasti punya Camilan tradisional yang dikonsumsi oleh masyarakat. Nah, Jepang pun juga sama, mereka terkenal dengan berbagai macam kudapan lezat dan unik.

Antusias masyarakat untuk mengonsumsi camilan atau snack terlihat dari banyaknya ragam jenis dan rasa. Salah satu yang unik dari camilan mereka yakni gorengan daun maple atau biasa disebut dengan ‘momiji tempura‘.

BACA JUGA : Kompleks Stadion dan Hiburan Yang Luas di Tengah Kota Tokyo

Selama 700 tahun, gorengan tradisional dengan rasa yang manis itu hanya bisa ditemukan di Kota Minoo, Osaka.

Setsuko Hisakuni sudah 50 tahun lamanya membuat tempura dari daun maple. Untuk membuat camilan tersebut, Hisakuni sepertinya tak perlu kerepotan mencari daun maple.

Walaupun begitu, ia harus pintar memilah-milih daun mana yang baik untuk dikonsumsi. Daun maple bewarna merah menurutnya tak tepat untuk dijadikan bahan dasar momiji tempura. Oleh karenanya, ia hanya memilih daun maple bewarna kuning saja sebab mereka punya bagian vena daun yang lembut.

BACA JUGA : Bertamu ke Rumah Samurai Bisa Dilakukan di Museum Ini

Warna daun maple kuning juga tak bisa berubah ketika melalui proses pengasinan, juga menjadi alasan lain untuk memilih jenis daun tersebut.

Setelah mengumpulkan daun maple, biasanya Hisakuni akan membungkus mereka dalam ember untuk disimpan selama satu tahun.

Camilan dari Daun yang Usianya 700 Tahun

Dalam proses memasak, Hisakuni perlu memotong bagian batang dan mencuci daun sebelum terlebih dahulu. Setelah garam pada daun dibersihkan, ia kemudian mencelupkan daun ke dalam gorengan.

Namun sebelum ia memasukan daun tersebut ke dalam gorengan, Hisakuni perlu mencampurkan daun dengan adonan tepung yang telah diberi gula dan mentega.

BACA JUGA : 273 Guru Di Jepang Dihukum Karena Kasus Pelecehan Sexual Terhadap Murid Di 2019

Selain renyah, tempura daun maple tersebut juga terasa manis di lidah. Setiap momiji yang dihasilkan selalu dibuat dengan menggunakan tangan satu persatu. Tujuannya agar Hisakuni bisa memastikan semua daun yang ia gunakan berada dalam kondisi yang baik dan layak untuk dimakan.

Sampai saat ini, keseharian Hitsakuni membuat gorengan maple tak pernah ia anggap mudah, tetapi baginya hal itu ia anggap menyenangkan dan membuatnya bangga. Oleh karena itulah, Hitsakuni bisa melanjutkan usaha tokonya yang hingga kini bertahan selama 80 tahun untuk melestarikan hidangan tradisional tersebut.

Tentunya tak seluruh warga Jepang tahu tentang camilan khasnya. Jadi, ia akan sangat senang jika seseorang belum pernah memakan camilan tradisional momiji tempura. ia akan bersedia untuk mengenalkannya.

“Aku hanya merasa senang ketika mendengar mereka (yang belum pernah memakan momiji) mengatakan rasanya sangat lezat,” begitu kata Hisakuni.

返事を書く

あなたのコメントを入力してください。
ここにあなたの名前を入力してください