Beranda » Kaisar dan Permaisuri Jepang Kunjungi Semenanjung Noto yang Dilanda Gempa

Kaisar dan Permaisuri Jepang Kunjungi Semenanjung Noto yang Dilanda Gempa

NIINDO – Kaisar Jepang Naruhito dan Permaisuri Masako mengunjungi komunitas yang paling terdampak gempa dahsyat pada Hari Tahun Baru. Kota Wajima dan Suzu berada di Semenanjung Noto di Prefektur Ishikawa di pesisir Laut Jepang.

Pasangan Kekaisaran tiba di Bandara Noto Satoyama sebelum jam 11 pagi pada hari Jumat (22/03/2024) dengan menggunakan penerbangan dari Bandara Haneda Tokyo. Mereka kemudian terbang ke Kota Wajima dengan helikopter Pasukan Bela Diri (SDF) Jepang pada siang hari.

Kota itu mengalami kerusakan parah tidak hanya akibat gempa, tetapi juga kebakaran besar yang terjadi setelahnya.

Baca juga : Harga Kondominium Baru di Wilayah Tokyo Kembali Naik

Kebakaran tersebut menghanguskan area di pusat kota yang dikenal sebagai Jalan Asaichi, yang merupakan tujuan wisata utama. Sebanyak 102 orang tewas di seluruh kota, termasuk korban yang diduga terkait dengan bencana tersebut.

Pasangan Kekaisaran melewati gedung-gedung yang runtuh saat mereka berkendara melintasi kota menuju lokasi kebakaran. Mereka membungkuk dalam-dalam di lokasi setelah mendapatkan penjelasan dari Wali Kota Sakaguchi Shigeru.

Kaisar dan Permaisuri kemudian mengunjungi fasilitas umum terdekat yang menjadi tempat pengungsian lebih dari 100 penyintas gempa. Mereka berlutut dan berbicara dengan para penyintas.

Baca juga : Kasus Ganja di Jepang Melonjak ke Rekor Tertinggi pada Tahun Lalu

Pasangan ini juga bertemu dengan petugas polisi dan petugas pemadam kebakaran masyarakat yang terlibat dalam upaya tanggap bencana, dan berterima kasih atas kerja keras mereka.

Kaisar dan Permaisuri kemudian terbang dengan helikopter ke Kota Suzu dan mengunjungi pusat evakuasi yang ditempati lebih dari 80 orang. Pasangan itu berbincang dengan pengungsi di sana.

Selain gempa tersebut, tsunami juga menghancurkan wilayah yang luas di Kota Suzu pada tanggal 1 Januari, menyebabkan 103 orang tewas, termasuk korban yang diduga terkait dengan bencana tersebut.

Dikutip dari NHK NEWS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.