NIINDO – Harga kondominium baru di wilayah Tokyo terus naik, meningkat pada Februari dibandingkan setahun lalu selama empat bulan berturut-turut di tengah terbatasnya pasokan.
Institut Ekonomi Real Estat mengatakan rata-rata harga kondominium baru di prefektur Tokyo, Kanagawa, Chiba, dan Saitama naik lebih dari 5 persen pada bulan lalu.
Harga rata-rata mencapai lebih dari 71 juta yen, atau sekitar 472.000 dolar. Harga kondominium di 23 distrik di Tokyo naik 1 persen. Peningkatan ini terjadi karena jumlah unit baru yang mulai dijual turun lebih dari 27 persen dibandingkan tahun lalu.
Baca juga : Jepang Akan Terapkan Sistem Subsidi Baru untuk Kendaraan Listrik
Lembaga penelitian tersebut mengatakan harga rumah tetap tinggi di tengah meningkatnya biaya konstruksi. Hal ini memaksa pengembang untuk membatasi pasokan, sehingga mendorong pembeli rumah untuk membeli properti dalam jumlah terbatas.
Lembaga itu memperkirakan kebijakan Bank Sentral Jepang (BOJ) yang mengakhiri suku bunga negatif dampaknya tidak terlalu besar. Dikatakan bahwa fokusnya saat ini adalah apakah BOJ akan menerapkan kenaikan suku bunga lebih lanjut.
Dikutip dari NHK WORLD JAPAN
