ホーム Healty Jepang Desak Militer Bebaskan Suu Kyi & Sejumlah Pejabat

Jepang Desak Militer Bebaskan Suu Kyi & Sejumlah Pejabat

131
0
Pemimpin de facto Myanmar Aung San Suu Kyi. Foto istimewa

NIINDO.COM – Pemerintah Jepang menyatakan keprihatinan serius tentang situasi di Myanmar dan mendesak pembebasan pemimpin yang ditahan Aung San Suu Kyi.

Dikutip dari Kyodo News, Menteri Luar Negeri Jepang Toshimitsu Motegi mengatakan Senin (1/2), Jepang sangat mendesak militer Myanmar untuk segera memulihkan sistem politik demokratis di negara Asia Tenggara itu. Pernyataan itu dikeluarkan setelah militer Myanmar melancarkan kudeta setelah berlangsungnya pemilu damai di Myanmar. Militer Myanmar melakukan penahanan terhadap Aung San Suu Kyi dan sejumlah pejabat negara.

BACA JUGA : NASA Siap Luncurkan SpaceX Diantaranya Dengan Astronot Jepang

“Pemerintah Jepang sangat mendukung proses demokratisasi Myanmar dan menentang tindakan melawan ini, ” kata Menteri Luar Negeri Toshimitsu Motegi.

Kepala Sekretaris Kabinet Jepang yang jiga juru bicara pemerintah Jepang Katsunobu Kato mengatakan dalam konferensi pers, bahwa Jepang sedang mengumpulkan informasi melalui kedutaan besarnya di Yangon, kota terbesar Myanmar, dan akan memastikan keselamatan warganya.

“Penting bahwa pihak terkait menyelesaikan situasi secara damai melalui dialog.” ujar Katsunobu Kato.

Militer Myanmar merebut kekuasaan dan mengumumkan keadaan darurat nasional pada Senin (1/2). Juru bicara Liga Nasional untuk Demokrasi yang berkuasa mengatakan Suu Kyi, Presiden Win Myint dan pejabat senior partai lainnya telah ditahan.

Kudeta itu menyusul kemenangan telak oleh NLD dalam pemilihan umum November, yang menurut pihak militer dianggap curang.

BACA JUGA : Jepang membatalkan rencana untuk mengkriminalisasi pasien COVID-19 yang tidak patuh

Menurut Organisasi Perdagangan Eksternal Jepang menjelaskan, perusahaan Jepang di Myanmar berusaha keras untuk mengumpulkan informasi tentang situasi tersebut. Ada sekitar 400 perusahaan Jepang di negara itu.

Toyota Motor Corp, yang berencana untuk memulai pengoperasian pabrik produksi pertamanya di negara itu bulan ini, mengatakan saat ini sedang menilai situasi terkini di Myanmar. Selain Toyota Motor Corp., Suzuki Motor Corp, memiliki dua pabrik di Myanmar dan berencana untuk membuka satu lagi pada bulan September mendatang.

Perusahan Jepang lainnya adalah Aeon Co. telah mengonfirmasi keamanan staf Jepang yang ditempatkan di negara tersebut, dan akan tetap membuka supermarketnya sambil memprioritaskan keselamatan pekerja lokal.

Juru Bicara Aeon Co. mengatakan, pihaknya telah mengoperasikan supermarket dalam usaha patungan dengan perusahaan lokal Myanmar. Meskipun telah berhasil melakukan kontak dengan perusahaan patungan tersebut, mereka tidak dapat memperoleh informasi secara real time.

返事を書く

あなたのコメントを入力してください。
ここにあなたの名前を入力してください