ホーム Healty Jepang Akan Umumkan Perpanjangan Status Keadaan Darurat 10 Prefektur

Jepang Akan Umumkan Perpanjangan Status Keadaan Darurat 10 Prefektur

135
0
Situasi Pusat Perbelanjaan di Shibuya Ditengah Masa Darurat Corona. Foto Andylala

NIINDO.COM – Pemerintah Jepang berencana untuk memperpanjang keadaan darurat yang mencakup Tokyo dan prefektur lain, selama satu bulan hingga 7 Maret. Hal ini dilakukan dalam mengantisipasi wabah Virus Corona.

Dikutip dari Kyodo News, Perdana Menteri Yoshihide Suga mengatakan, dirinya akan membuat keputusan akhir tentang perpanjangan tersebut setelah mendengar dari panel ahli pada Selasa (2/2).

BACA JUGA : Melalui Telepon, Suga & Biden Sepakati Penguatan Aliansi Jepang – AS0l0

“Kasus Virus Corona menurun, tetapi kami harus tetap waspada lebih lama,” katanya kepada wartawan setelah bertemu dengan anggota kabinetnya termasuk Yasutoshi Nishimura, menteri yang bertanggung jawab atas penanganan COVID-19 Jepang, dan menteri kesehatan Norihisa Tamura.

Tokyo dan prefektur Kanagawa, Chiba dan Saitama yang berdekatan akan tetap berada dalam keadaan darurat, seperti halnya Aichi, Gifu, Osaka, Kyoto, Hyogo dan Fukuoka. Sementara Tochigi, yang terletak di utara Tokyo, akan dicabut status daruratnya karena situasi Virus Corona telah membaik secara signifikan.

Okinawa, sedang dipertimbangkan untuk ditambahkan masuk dalam status keadaan darurat.

Hingga Senin (1/2), Tokyo melaporkan 393 infeksi Virus Corona baru. Angka harian ini terendah setelah peningkatan hingga diatas 1000 selama lebih dari sebulan. Angka ini turun tajam dari 633 yang dilaporkan pada hari Minggu (31/1).

Yasutoshi Nishimura mengatakan, jika keputusan memperpanjang status keadaan darurat dibuat, bagi prefektur yang situasinya membaik, maka dapat dikeluarkan dari daftar prefektur yang berstatus darurat.

BACA JUGA : Temuan Jasad Wanita Di Lemari Es, Polisi Jepang Bekuk Pelaku

“Mengingat dampaknya terhadap ekonomi, terhadap bisnis, kami berupaya meminimalkan langkah-langkah tersebut,” kata Yasutoshi Nishimura dalam rapat komite di DPR.

PM Suga berjuang keras untuk menahan lonjakan Virus Corona, yang telah menewaskan lebih dari 5.700 dan menginfeksi hampir 400.000 orang Jepang. Segala upaya dilakukan Suga, dengan tingkat dukungan publik yang menyusut dan jam terus berdetak ke Olimpiade dan Paralimpiade Tokyo di musim panas.

Sementara itu, Pemerintah sedang bersiap untuk memulai vaksinasi akhir bulan ini, dengan petugas kesehatan dan orang yang berusia 65 tahun ke atas, sebagai penerima vaksin pertama.

Dalam keadaan darurat, pemerintah telah mendesak masyarakat untuk tinggal di rumah dan meminta bar restoran tutup lebih awal. Perusahaan juga didorong untuk kerja jarak jauh, sementara kehadiran di acara-acara besar dibatasi.

Namun beberapa bar dan restoran, yang sudah terpukul oleh pandemi, telah mengabaikan permintaan tersebut untuk menghindari kehilangan lebih banyak pelanggan.

BACA JUGA : Biaya Langganan Rakuten Jepang Dengan Data di Bawah 1 GB Gratis

Dalam upaya memperbaiki situasi, pemerintah telah mengusulkan undang-undang yang memberlakukan denda jika melanggar aturan. Majelis rendah Jepang, telah mengesahkan serangkaian revisi undang-undang penyakit menular pada Senin (1/2) Undang-undang itu diharapkan akan diberlakukan Rabu setelah disahkan oleh majelis tinggi parlemen.

Revisi undang-undang penyakit menular itu akan memberlakukan denda hingga 500.000 yen ($ 4.770) untuk pasien COVID-19 yang menolak rawat inap dan 300.000 yen untuk mereka yang gagal berpartisipasi dalam survei epidemiologi oleh otoritas kesehatan.

Revisi lain terhadap undang-undang tindakan khusus virus korona menyerukan denda hingga 300.000 yen untuk restoran dan bar yang tidak bekerja sama dengan perintah untuk mempersingkat jam operasional mereka dalam keadaan darurat. Termasuk juga denda hingga 200.000 yen untuk mereka yang tidak bekerja sama dalam situasi prekursor yang dikategorikan seperti di bawah keadaan darurat.

返事を書く

あなたのコメントを入力してください。
ここにあなたの名前を入力してください