NIINDO.COM – Yoshihide Suga selaku Perdana Menteri Jepang yang baru dilantik berjanji untuk mengendalikan pandemi virus corona dan membangkitkan kembali sektor perekonomian di tengah hantaman resesi.
Suga yang secara resmi dilantik sebagai Perdana Menteri pada Rabu (16/9/20) menggantikan Shinzo Abe yang mengundurkan diri karena mengidap kolitis ulserativa, penyakit usus.
“Kami perlu meneruskan kebijakan yang didorong oleh pemerintahan Abe. Saya rasa itulah misi yang saya punya,” kata Suga di hadapan wartawan, Kamis (17/9/20) dikutip dari AFP.
Dalam sambutan pertamanya setelah terpilih oleh parlemen, Suga menekankan bahwa dirinya bersama kabinetnya akan melanjutkan kebijakan yang telah dibuat oleh Shinzo Abe
Baca Juga : Penculikan Warga Jepang Oleh Korea Utara Tidak Bertemu “Titik Terang”, PM Suga Revisi Menteri
“Sampai pada pencegahan penyebaran infeksi dan membangun kembali ekonomi adalah apa yang paling mereka (publik) inginkan. Kami berharap untuk melakukan yang terbaik dalam masalah ini dulu.”
Selama pemilihan ini berlangsung banyak desas-desus yang ada di masyarakat. Tetapi setelah terpilih, suga memilih untuk tidak mengomentari tentang kabar yang menyebut jika pemilihan perdana menteri dipercepat demi mengkonsolidasikan posisinya.

Sumber : Google.com
Suga diperkirakan akan mengawali masa jabatannya sebagai Perdana Menteri menggantikan Shinzo Abe dengan menghadapi masa sulit di tengah maraknya pandemi corona dan resesi ekonomi.
“Sampai pada pencegahan penyebaran infeksi dan membangun kembali ekonomi adalah apa yang paling mereka (publik) inginkan. Kami berharap untuk melakukan yang terbaik dalam masalah ini dulu.”
Suga mengatakan jika diri-nya hanya akan berfokus pada keinginan publik untuk mengakhiri pandemi dalam waktu dekat dan memulihkan perekonomian.
Baca Juga : Kiprah Bulu Tangkis Jepang Seperti Menunggangi “Rollercoaster”?
Profesor ilmu politik Universitas Meiji, Tokyo, Shinchi Nishikawa mengatakan bahwa saat ini Suga tengah menghadapi tantangan berat, seperti virus corona dan Olimpiade yang tertunda, dan juga masalah jangka panjang termasuk menurunnya populasi karena pandemi.
“Masalah sulit memuncak di hadapan kabinet Suga. Virus corona menjadi prioritas utama untuk ditangani. Di bidang diplomatik, banyak faktor yang tidak pasti, termasuk pemilihan presiden AS,” ujar Shinchi kepada AFP.
Baca Juga : PERDANA MENTERI BARU JEPANG : SUGA YOSHIHIDE “REIWA Ojisan”
Perlu diketahui bahwa setelah terpilihnya suga sebagai Perdana Menteri baru, dirnya terlus melakukan pembenahan dan pembaharuan guna membentuk pemerintahan yang lebih baik lagi kedepannya.
Tonton Juga :
https://www.youtube.com/watch?v=Kx2Fq3RmGJ4
