Kiprah Bulu Tangkis Jepang Seperti Menunggangi “Rollercoaster”?

0
47
views
Sumber : Google.com

NIINDO.COM – Bulu tangkis merupakan sebuah olahraga dengan menggunakan raket. Sejarah bulu tangkis sangat panjang. Olahraga ini muncul pada abad ke-19, yang saat itu ada sebuah olahraga bernama battledore atau disebut juga jeu de Volant dan merupakan sebuah olahraga yang diterapkan di semua Eropa, terutama bangsa Inggris.

Di Jepang sendiri khususnya, bulu tangkis pertama kalinya diperkenalkan di Yokohama pada tahun 1921, kemudian pada tahun 1937 klub bulu tangkis Jepang pertama didirikan. Namun  memasuki perang dunia ke-2, olahraga bulu tangkis diberhentikan sampai akhir perang dunia ke-2 selesai.  Pada tahun 1950 olahraga bulu tangkis kembali aktif lagi.

Baca Juga : Komentar Suga Terkait Kenaikan Pajak Konsumsi Timbulkan ”KEGEMPARAN”

Dalam bulu tangkis internasional, prestasi Jepang sangat besar dan terkenal.  Hal Ini berawal pada tahun 1960 s.d 1970-an di sebuah turnamen bernama All England Bulu tangkis Championship. Dalam pertandingan perempuan, Jepang mendapat gelar All England tahun 1969, 1970, 1973, 1974, 1975, dan 1977

Akan tetapi, memasuki 1980-an, prestasi Jepang di turnamen bulu tangkis menurun, pada saat itu negara Cina mulai mendominasi bulu tangkis skala internasional, baik di pertandingan bulu tangkis laki-laki maupun perempuan.

Sumber : Google.com

Baca Juga : Penculikan Warga Jepang Oleh Korea Utara Tidak Bertemu “Titik Terang”, PM Suga Revisi Menteri

Namun memasuki tahun 2017 dominasi di bulu tangkis berubah sangat drastis. Negara Cina mulai kehilangan dominasinya di dunia bulu tangkis. Pada saat itu Kenta Momota, pemain bulu tangkis asal  Jepang memenangkan All England tahun 2017.  Dan juga pada  tahun yang sama , Nozomi Okuhara berhasil mendapat posisi juara pertama dalam pertandingan women’s single, dan membawa pulang medali emas dalam pertandingan BWF WORLD CHAMPIONSHIPS 2017,.

Berlanjut di tahun 2018, Kenta Momota untuk kedua kalinya memenangkan pertandingan turnamen bulu tangkis World Championships 2018 pada pertandingan Men’s singles dan mendapatkan medali emas. Tidak hanya Kenta Momota saja, tetapi pemain bulu tangkis perempuan, Mayu Matsumoto dan Wakana Nagahara, Yuki Fukushima dan Sayaka Hirota, dan Shino Tanaka dan Koharu Yonemoto, berhasil mendapatkan medali emas, silver, dan perunggu dalam pertandingan women’s double. Akane Yamaguchi berhasil mendapatkan medali perunggu dalam  women’s single. Terakhir di men’s double, Takeshi Kamura dan Keigo Sonoda, berhasil mendapatkan medali silver. Dan pada akhirnya, Tim matahari terbit  berhasil membawa pulang 3 medali emas, 4 medali silver, dan 3 medali perunggu.

Baca Juga : PERDANA MENTERI BARU JEPANG : SUGA YOSHIHIDE “REIWA Ojisan

Sumber : Google.com

Jepang tidak hanya menghancurkan dominasi, tetapi juga mampu menciptakan sebuah kekuatan tersendiri.  Para pemain bulu tangkis Jepang secara konsisten mulai menempati ranking 10 besar dunia.  Untuk tahun ini saja mereka sanggup menempatkan wakil di tiga besar semua sektor.

Namun, pada awal tahun ini ada kabar tidak mengenakan datang dari kenta momota . Seperti yang diketahui, kenta momota sedang berada di Malaysia untuk mengikuti turnamen Malaysia Masters 2020 sebagai kampiun. Dan sayangnya, disana dia dan para pemain lainnya mengalami kecelakaan tunggal. Kecelakaan tersebut menewaskan 1 orang yaitu sopir. Beruntung, momota dan yang lainnya dapat selamat meskipun  mengalami luka akibat insiden yang terjadi di Maju Expressway (Mex Highway), Malaysia,

Tonton Juga : 

 

Tokyo Medical Tour

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here