ホーム Business Sarang Burung Walet , Harta karun Tersembuyi RI

Sarang Burung Walet , Harta karun Tersembuyi RI

59
0

NIINDO.COM – Indonesia memiliki potensi besar dari salah satu komoditas yang belum tergarap maksimal, yakni sarang burung walet. Nilai potensinya bisa mencapai ratusan triliun bila dimaksimalkan pemasarannya. Namun, ketika komoditas itu menjadi baku dengan pengolahan produksi lebih lanjut, maka nilainya akan menjadi lebih besar lagi.

“Kalau diversifikasi produk kita berhasil, contohnya tidak jual sarang mentah saja, sekarang banyak dibuat seperti kosmetik, industri seperti itu lagi marak di China.

BACA JUGA :Tahun 2022 Bandara Oita Jepang Jadi ‘Pelabuhan Antariksa’ Peluncuran Satelit

Kalau itu kenyaataan, itu potensial lebih dari sekarang. Nilai tambah makin naik,” kata Ketua umum Perkumpulan Pengusaha Sarang Burung Indonesia (PPSBI) Boedi Mranata dalam Profit .

Selama ini, Indonesia menjadi eksportir terbesar sarang burung walet ke China,  dengan pangsa pasar 75% di dunia. Nilai itu bisa berkembang, baik dari segi nilai maupun diversifikasinya asal ada roadmap yang jelas dari Pemerintah untuk pengembangannya.

Apalagi, ada banyak jenis komoditas ini, totalnya bisa sampai 20 tingkatan kualitas, tergantung ukuran, kebersihan dan aspek lainnya.

“Namun, secara garis besar ada 2 jenis, ada sarang buruh putih dan sarang burung hitam. Yang hitam produksinya makin dikit, ini jauh lebih murah dari sarang burung putih. Yang putih kualitasnya sangat bagus, khususnya dari daerah-daerah yang belum tercemar sarang putih kualitasnya bagus. dan kita masih banyak area-area seperti itu di pedalaman,” sebutnya.

BACA JUGA : Dubes RI Untuk Jepang Dorong UMKM Mampu Berinovasi Ditengah Masa Pandemi Corona

Akibat perbedaan kualitas itu, hanya sarang burung hitam putih yang mendapat tempat atau kuota untuk masuk dalam pengiriman ke China. Harga paling murah dibanderol dengan harga di atas Rp 5-6 juta per kg.

“Yang bagus di atas Rp. 30 juta. Kalau ekspor ke China pasar ini setiap konsumen milih kemampuan masing. Tapi mereka fanatik terhadap produk itu, kalau uangnya dikit Rp. 5-6 juta, kalo bagus ambil kualitas terbaik,” sebutnya.

Kepercayaan masyarakat China terhadap produk ini yang membuka ruang bagi Indonesia untuk mengambil potensi devisa yang besar. Menteri Perdagangan M. Lutfi menyebut potensi nilainya sampai ratusan triliun. Ia bahkan sudah melapor hal ini ke Presiden Joko Widodo.

“Kita ini penghasil pengekspor konon kabarnya 2.000 ton burung walet, 110 ton di antaranya sudah terakreditasi dan dijual langsung ke RRT (Republik Rakyat Tiongkok. Bisa dibayangkan dari 110 ton, 1 Kg nilainya Rp 25 juta dan sisanya kita lewati beberapa negara singgahan. Hong Kong, Vietnam, Malaysia dan ujungnya sampai juga ke RRT. Harga tersebut kita hitung kali 2.000 ton saja kali Rp 25 juta nilainya Rp 500 triliun, artinya US$3,5 billion,” kata M. Lutfi.

返事を書く

あなたのコメントを入力してください。
ここにあなたの名前を入力してください