Pejabat di Prefektur Okinawa, Jepang barat daya, melaporkan bahwa sebagian besar wilayah di pulau utama prefektur tersebut berpotensi tidak mendapatkan pasokan air bersih akibat pecahnya pipa utama distribusi air. Insiden itu terjadi pada Senin (24/11/2025) pagi dan memicu kekhawatiran luas di kalangan warga serta otoritas setempat.
Pipa yang mengalami kerusakan berada di Desa Ogimi dan diketahui mengalami kebocoran besar. Pipa tersebut merupakan jalur utama yang mengalirkan air dari bendungan ke fasilitas pemurnian air sebelum didistribusikan ke berbagai wilayah. Akibat pecahnya pipa tersebut, lebih dari satu instalasi pemurnian tidak dapat beroperasi, sehingga mengganggu aliran air bersih ke konsumen.
Pejabat prefektur menjelaskan bahwa 11 dari 26 kotamadya di pulau utama Okinawa kemungkinan besar tidak akan menerima suplai air bersih. Di antara wilayah yang paling terdampak adalah Desa Yomitan, serta Kota Kin dan Kadena. Situasi ini menimbulkan kekhawatiran akan terjadinya krisis air yang dapat melumpuhkan aktivitas masyarakat dan layanan publik.
Selain wilayah yang kehilangan pasokan sepenuhnya, enam kotamadya lainnya diperkirakan mengalami gangguan pasokan sebagian. Wilayah tersebut mencakup Desa Onna dan Kota Naha, ibu kota prefektur. Pemerintah daerah telah menyerukan masyarakat untuk mengurangi konsumsi air guna mencegah kekurangan total selama proses penanganan berlangsung.
Hingga saat ini, belum ada kepastian mengenai kapan perbaikan pipa tersebut dapat selesai dan pasokan air kembali normal. Para pejabat mengatakan bahwa tim teknis sedang melakukan inspeksi mendalam dan menyiapkan opsi penggunaan jalur pipa alternatif sebagai tindakan darurat untuk meminimalkan dampak terhadap warga.
Insiden ini menyoroti persoalan infrastruktur air berusia tua di Okinawa, mengingat pipa yang pecah dipasang pada tahun 1967. Pemerintah setempat diharapkan dapat mempercepat perbaikan dan penyusunan strategi jangka panjang untuk mencegah terulangnya gangguan pasokan air bersih di masa mendatang.
Dikutip dari NHK NEWS
