Festival tahunan Tori-no-ichi kembali digelar di Kuil Ootori, Distrik Asakusa, Tokyo, pada Senin (24/11/2025), dan menarik perhatian besar dari masyarakat, terutama para pemilik usaha serta wisatawan. Mereka datang untuk membeli kumade, garu bambu tradisional yang dipercaya membawa keberuntungan dan kemakmuran di tahun mendatang. Suasana meriah memenuhi area kuil yang dipadati kios penjual serta pengunjung yang berharap akan nasib baik di tahun baru.
Tori-no-ichi merupakan festival budaya yang memiliki sejarah panjang. Tradisi ini bermula pada periode Edo, antara abad ke-17 hingga ke-19, dan hingga kini masih terus dilestarikan di berbagai penjuru Jepang. Festival ini diselenggarakan setiap bulan November pada hari tori—hari ayam jantan menurut kalender zodiak dan lunar. Di antara seluruh festival yang diadakan di Jepang, Tori-no-ichi di Asakusa dikenal sebagai salah satu yang terbesar dan paling ramai.
Di sepanjang area kuil, para penjual memamerkan kumade, garu bambu dekoratif yang tersedia dalam berbagai ukuran, mulai dari yang paling kecil hingga yang berukuran besar dan mewah. Kumade secara harfiah berarti “alat untuk menggaruk”, dan secara simbolis dipercaya mampu “meraup keberuntungan”. Garu-garu tersebut dihiasi ornamen khas keberuntungan seperti replika koin emas, ikan kakap merah (tai), dan seekor kuda, yang merupakan simbol zodiak untuk tahun mendatang. Beberapa penjual bahkan menambahkan ornamen Myaku-Myaku, maskot resmi World Expo 2025 di Osaka, untuk menyemarakkan tema tahun ini.
Baca juga: Kobe Sambut Natal dengan Sinterklas Bertema Maskot World Expo 2025 telah diterbitkan.
Setiap kali ada pengunjung membeli kumade, para pedagang mengantarnya dengan tepuk tangan ritmis dan doa, sebagai ungkapan harapan agar keberuntungan mengalir kepada pembeli. Tradisi ini menjadi daya tarik khusus bagi wisatawan dan warga lokal yang ingin merasakan pengalaman kebudayaan Jepang secara langsung. Suasana hangat dan penuh semangat memenuhi area festival sepanjang hari.
Bagi banyak pengunjung, kumade bukan sekadar dekorasi, tetapi simbol optimisme dan harapan baru. Seorang pria berusia 60-an yang menghadiri festival mengatakan bahwa meningkatnya inflasi akhir-akhir ini menimbulkan kekhawatiran terhadap bisnis ritelnya. Namun, ia percaya bahwa kumade yang dibelinya akan membawa keberuntungan bagi keluarganya, karyawan, serta para pelanggan. Ia berharap tahun depan menjadi tahun penuh “lompatan besar” bagi usahanya.
Festival Tori-no-ichi terus menjadi bagian penting dari tradisi masyarakat Jepang dalam menyambut tahun baru dengan semangat baru, sekaligus mencerminkan hubungan kuat antara budaya, spiritualitas, dan harapan akan masa depan yang lebih baik.
Dikutip dari: NHK News
