NIINDO – Di tengah kondisi kekurangan pengemudi yang parah, bisnis pengiriman di seluruh Jepang akan menghadapi masalah lain yang harus diatasi tahun depan ketika batasan waktu lembur pengemudi mulai diberlakukan.
Perusahaan yang mengandalkan truk pengiriman untuk ekspedisi barangnya ke seluruh negeri merespons hal ini dengan memfokuskan pada efisiensi. Perusahaan-perusahaan itu membuat kemasan produknya lebih kecil sehingga bisa memuat lebih banyak ke dalam truk.
Produsen barang harian Unicharm mengatakan menggunakan teknologi khusus untuk mengurangi ukuran kemasan popok lansia sebesar 10 persen. Para pejabat mengatakan hal ini kemungkinan akan mengurangi jumlah truk kapasitas 10 ton yang dibutuhkan untuk pengiriman setiap tahun sebanyak 1.000 unit.
BACA JUGA : Jepang Akan Larang Zat Mirip Ganja yang Ditemukan di Permen
Perusahaan barang sehari-hari lainnya, Kao, telah mengambil pendekatan yang lebih sederhana. Perusahaan itu membuat kemasan tisu pembersihnya lebih kecil dengan memvakum udaranya. Kao juga mengubah cara memasukkan paket ke dalam kotak.
Pejabat perusahaan itu mengatakan bahwa kedua perubahan tersebut telah mengurangi ruang kotak setengahnya. Ini artinya satu truk bisa mengangkut jumlah barang dua kali lebih banyak.
Produsen makanan dan produk sehari-hari CGC Japan adalah perusahaan lain yang memfokuskan pada penghematan ruang. Perusahaan itu mengurangi tinggi botol minyak goreng sebanyak empat sentimeter tanpa mengurangi volumenya. Dikatakan bahwa perubahan tersebut telah menghasilkan peningkatan efisiensi yang besar.
Dikutip dari NHK NEWS
