Beranda Healty Pertengahan Februari Jepang Mulai Vaksin Corona

Pertengahan Februari Jepang Mulai Vaksin Corona

32
0
Keramaian Shibuya Tokyo di tengah masa darurat Corona. Foto Andylala

NIINDO.COM – Perdana Menteri Jepang Yoshihide Suga mengatakan pada Selasa (2/2), pemerintah Jepang akan memulai vaksinasi COVID-19 (Virus Corona) untuk petugas kesehatan pada pertengahan Februari. Sebelumnya Pemerintah menargetkan vaksinasi Corona dilakukan pada akhir Februari.

Dikutip dari Kyodo News, jadwal vaksinasi yang dipercepat itu dilakukan sebagai upaya Pemerintah dalam mengendalikan pandemi Virus Corona sekaligus menjawab kritik dari kelompok oposisit terhadap respom Pemerintah yang dinilai lamban. Percepatan ini juga dilakukan menjelang Olimpiade dan Paralimpiade Tokyo musim panas ini.

BACA JUGA : Biaya Langganan Rakuten Jepang Dengan Data di Bawah 1 GB Gratis

Panel kementerian kesehatan menurut pejabat Pemerintahan, telah menyetujui penggunaan vaksin Pfizer Inc. pada 12 Februari mendatang. Batch pertama dosis Vaksin akan tiba dari Belgia ke Jepang pada 14 Februari.

Di pertengahan Februari nanti, pemerintah berencana untuk menyuntik 10.000 pekerja kesehatan yang kemudian diikuti oleh 3,7 juta petugas kesehatan garis depan mulai pertengahan Maret.

Untuk orang-orang yang berusia 65 ke atas, yang berjumlah sekitar 36 juta, akan melakukan vaksin paling cepat di awal April, diikuti oleh orang-orang dengan kondisi yang sudah ada sebelumnya. Setelah itu vaksinasi akan dilalukan untuk masyarakat umum dibawah usia 65 tahun.

BACA JUGA : Melalui Telepon, Suga & Biden Sepakati Penguatan Aliansi Jepang – AS

PM Suga memastikan jumlah vaksin mencukupi untuk seluruh populasi penduduk Jepang yang berjumlah 126 juta orang. Suga mengakui, Jepang telah tertinggal dari negara lain dalam memulai Vaksinasi Corona. Ia beralasan, keterlambatan itu dikarenakan prinsip kehati-hatian untuk memastikan keamanan masyarakat umum.

Jepang akan menerima 310 juta dosis vaksin dari dua perusahaan farmasi AS yaitu Pfizer Inc., & Moderna Inc., serta perusahaan farmasi dari Inggris AstraZeneca Plc. Totalnya akan cukup untuk 157 juta orang.

Pemerintah Jepang akan menanggung semua biaya vaksin untuk 126 juta penduduk. Persetujuan telah dilakukan majelis tinggi parlemen setelah sebelumnya ketok palu dilakukan di majelis rendah pada awal Desember 2020 lalu. Pemerintah mengalokasikan anggaran untuk vaksin Corona ini hingga US$ 6,4 miliar.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here