NIINDO – Orang-orang di Kota Wajima, Jepang tengah, yang dilanda gempa, berdoa di makam keluarga mereka pada Rabu (20/03/2024).
Hari tersebut merupakan hari libur nasional yang jatuh di tengah-tengah periode “higan” Buddha, saat orang-orang mengenang kerabat yang telah meninggal.
Pemakaman Kuil Jomyoji di Wajima mengalami kerusakan parah akibat gempa pada Hari Tahun Baru. Lebih dari dua bulan kemudian, banyak batu nisan yang masih roboh atau copot.
Warga sekitar sudah mengunjungi makam tersebut sejak dini hari. Beberapa meletakkan bunga di batu nisan yang runtuh.
Baca juga : Mengenang Serangan Gas Mematikan Kereta Bawah Tanah Tokyo
Seorang warga Wajima berusia 70-an tahun yang mengunjungi istrinya mengatakan rumah mereka mengalami kerusakan parah, tetapi tidak ada yang terluka. Ia mengaku memanjatkan doa untuk menyampaikan apresiasinya.
Seorang pria berusia 80-an mengatakan ia meminta bantuan leluhurnya bagi upaya restorasi. Ia berharap kota itu akan dibangun kembali sehingga generasi muda dapat kembali suatu hari nanti.
Kepala pendeta kuil, Kishi Keigo, mengatakan kuil itu biasanya dikunjungi oleh banyak orang pada saat-saat seperti ini. Ia mengatakan sedih melihat penurunan jumlah pengunjung tahun ini dan berharap lebih banyak orang akan segera berkunjung.
Dikutip dari NHK WORLD JAPAN
