NIINDO – Sebuah panel pakar yang ditunjuk oleh Kementerian Transportasi Jepang telah memulai pembahasan mengenai keselamatan landasan pacu bandara, menyusul tabrakan mematikan di Bandara Haneda Tokyo.
Dalam pertemuan pertama panel itu pada Jumat (19/01/2024) Menteri Transportasi Saito Tetsuo mengatakan ingin para pakar mempelajari langkah-langkah keselamatan yang mencakup perangkat keras dan perangkat lunak.
Dalam kecelakaan pada tanggal 2 Januari, sebuah pesawat penumpang Japan Airlines bertabrakan dengan pesawat Pasukan Penjaga Pantai Jepang di landasan pacu Bandara Haneda tak lama setelah mendarat. Kedua pesawat itu terbakar.
Seluruh penumpang dan awak pesawat JAL yang berjumlah 379 orang berhasil dievakuasi. Lima orang tewas di pesawat Pasukan Penjaga Pantai Jepang, sementara satu orang awaknya mengalami luka berat.
BACA JUGA : Situasi Masih Buruk bagi Korban Gempa Jepang Tengah
Sembilan anggota panel menghadiri pertemuan tertutup pada Jumat, termasuk mantan pilot dan pakar bidang kesalahan manusia.
Kementerian itu mengatakan panel berbeda pendapat mengenai sebuah proposal digitalisasi pemanduan lalu lintas udara untuk mengurangi kesalahan manusia.
Beberapa orang pakar mengatakan pemanduan penerbangan secara global selama ini dilakukan melalui pemantauan visual dan komunikasi lisan, serta penggunaan teknologi digital untuk menanganinya mungkin akan dilakukan dalam beberapa tahun ke depan.
Pejabat kementerian mengatakan beberapa pakar menyerukan analisis operasi pemanduan lalu lintas di bandara sibuk seperti Haneda, karena beban kerja diperkirakan akan makin meningkat.
Panel tersebut akan membahas cara memperkuat sistem peringatan bagi pilot dan pemandu lalu lintas udara, dan apakah perlu meninjau cara mereka berkomunikasi. Mereka akan mengeluarkan laporan sementara sekitar musim panas.
Dikutip dari NHK NEWS
