Beranda » Situasi Masih Buruk bagi Korban Gempa Jepang Tengah

Situasi Masih Buruk bagi Korban Gempa Jepang Tengah

NIINDO – Situasi di Semenanjung Noto, Jepang tengah, masih tetap parah dalam lebih dari dua pekan setelah gempa dan tsunami yang membawa kehancuran.

Gempa tersebut mengguncang Provinsi Ishikawa dan daerah sekitarnya pada Hari Tahun Baru. Lebih dari 200 orang tewas, termasuk mereka yang selamat dari gempa awal.

Soto Setsuko, 89 tahun, diselamatkan dari rumahnya yang runtuh sekitar 72 jam setelah gempa terjadi. Dirinya dalam keadaan siuman ketika tiba di rumah sakit. Namun, kondisinya tiba-tiba memburuk. Ia meninggal dua hari setelah diselamatkan.

Setsuko diyakini meninggal akibat sindrom “crush” atau sindrom impitan, yaitu zat beracun dapat menumpuk dan beredar di dalam tubuh setelah dikeluarkan dari bawah puing-puing.

BACA JUGA : Murid Sekolah Mengungsi Sementara dari Zona Terdampak Gempa

Pejabat pemerintah Provinsi Ishikawa mengatakan 232 orang dipastikan tewas di provinsi tersebut. Hampir 14.000 orang mengungsi di pusat-pusat evakuasi.

Sejumlah pengungsi jatuh sakit karena harus tinggal lama di tempat penampungan. Beberapa dipastikan meninggal yang diduga akibat penyebab terkait bencana.

Pihak berwenang mengimbau masyarakat untuk mengambil tindakan pencegahan terhadap hipotermia. Mereka mengimbau para pengungsi untuk memperhatikan kondisi kesehatan anggota keluarga dan orang-orang di sekitarnya. Pengungsi juga disarankan untuk menjaga tubuh tetap hangat dan tetap aktif.

Dikutip dari NHK NEWS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.