NIINDO.COM – Seorang pakar memperingatkan bahwa kondisi kehidupan di pusat-pusat evakuasi, yang dibuka setelah gempa Semenanjung Noto di Jepang tengah, mengancam kesehatan orang-orang yang tinggal di sana. Ia menyerukan perbaikan secepatnya.
Ueda Shinsaku dari Rumah Sakit Ishinomaki Palang Merah Jepang, yang mengetuai Asosiasi Kehidupan Pengungsian dan Penampungan Bencana, mengunjungi Provinsi Ishikawa yang terkena dampak paling parah bersama delapan anggota staf rumah sakit tersebut dari Kamis (04/01/2023) hingga Minggu (07/01/2024). Mereka bekerja di tiga pusat evakuasi di Kota Suzu.
Ueda menyampaikan lebih dari 90 persen orang yang tinggal di beberapa pusat evakuasi adalah lansia, serta banyak pengungsi yang tidur di lantai beralaskan selimut dan lainnya. Ia mengatakan mereka tetap mengenakan sepatu di dalam ruangan untuk mengusir hawa dingin.
Baca juga : Pengawas PLTN Jepang Pertimbangkan Kaji Ulang Langkah Antigempa
Ueda menekankan bahwa memakai sepatu di dalam ruangan meningkatkan risiko terkena pneumonia dan penyakit lainnya karena debu dari sepatu kemungkinan terhirup saat tidur.
Ia menyebutkan bahwa timnya menyarankan kepada para pengungsi di salah satu tempat penampungan untuk tidak mengenakan sepatu di dalam ruangan. Mereka meminta pejabat setempat di tiap tempat penampungan agar menyediakan ruangan untuk bermain bagi anak-anak.
Berdasarkan pengalaman gempa besar yang melanda Jepang timur laut pada 2011 dan kasus lainnya, Ueda mengungkapkan banyak kematian terkait bencana disebabkan oleh kondisi kehidupan yang buruk di tempat penampungan.
Ia menambahkan bahwa dukungan juga diperlukan untuk memperbaiki lingkungan hidup dan kondisi kebersihan masyarakat yang tinggal di tempat selain pusat evakuasi, misalnya di rumah masing-masing.
Dikutip dari NHK NEWS
