ニュース一覧に戻る
注目2026年10月21日

Jepang Siapkan Misi MMX untuk Membawa Sampel Bulan Mars ke Bumi

Jepang menyiapkan misi antariksa MMX untuk mengambil sampel dari Phobos, salah satu bulan Mars, dan membawanya kembali ke Bumi. Dipimpin JAXA, misi ini diharapkan mengungkap asal-usul Phobos sekaligus mendukung pengembangan teknologi eksplorasi Mars.

Jepang Siapkan Misi MMX untuk Membawa Sampel Bulan Mars ke Bumi

NIINDO - Jepang dijadwalkan meluncurkan Misi Eksplorasi Bulan Mars (MMX) menggunakan roket H3 dari Pusat Antariksa Tanegashima di Prefektur Kagoshima, Jepang barat daya, pada Selasa (20/10/2026). Misi ini bertujuan membawa pulang sampel material dari Phobos, salah satu bulan yang mengorbit Mars.

Jika berhasil, MMX akan menjadi misi pertama di dunia yang mendarat di Phobos, mengumpulkan material dari permukaannya, dan mengirimkannya kembali ke Bumi. Peluncuran direncanakan berlangsung sekitar pukul 04.41 waktu Jepang, atau Senin (19/10/2026) pukul 19.41 UTC.

Baca juga : Jepang Pertimbangkan Perlindungan Suara dan Kemiripan Rupa Selebriti

Badan Eksplorasi Antariksa Jepang (JAXA) memimpin pengembangan misi yang terdiri dari tiga modul tersebut. Proyek ini menelan biaya pengembangan sebesar 55,3 miliar yen, setara dengan sekitar 350 juta dolar AS.

Modul eksplorasi MMX dilengkapi empat kaki pendaratan yang dirancang khusus untuk menghadapi kondisi gravitasi Phobos, yang hanya sekitar seperdua ribu gravitasi Bumi. Wahana ini juga membawa peralatan pengambilan sampel, berbagai instrumen untuk melakukan pengamatan ilmiah, serta dua kamera beresolusi sangat tinggi yang dikembangkan melalui kerja sama antara NHK dan JAXA.

Baca juga : Sebagian Badan Pesawat Pengintai SDF Udara yang Jatuh Diangkat

Setelah diluncurkan, wahana diperkirakan mencapai wilayah sekitar Mars dalam waktu kurang lebih satu tahun. Selanjutnya, misi akan menjalankan pengamatan selama sekitar tiga tahun untuk mempelajari lingkungan Mars dan Phobos.

Dalam tahap pengambilan sampel, modul eksplorasi direncanakan mendarat di Phobos dan mengumpulkan sedikitnya 10 gram material dari lapisan permukaan pada kedalaman dua sentimeter atau lebih. Material tersebut nantinya akan disimpan dan dibawa kembali ke Bumi menggunakan modul pengembalian.

JAXA menargetkan sampel itu tiba di Bumi dalam tahun fiskal yang berakhir pada Maret 2032. Keberhasilan misi ini diharapkan dapat membantu pengembangan teknologi yang dibutuhkan untuk eksplorasi lebih lanjut di kawasan Mars.

Baca juga : Nozawa Masako Tolak Penggunaan Suara Berbasis AI Tanpa Izin

Selain mendorong kemajuan teknologi antariksa, MMX juga diharapkan memberikan petunjuk ilmiah baru mengenai asal-usul Phobos. Penelitian terhadap material yang dibawa pulang dapat membantu para ilmuwan memahami bagaimana bulan tersebut terbentuk serta sejarah perkembangan sistem Mars.