
NIINDO - Pasukan Bela Diri (SDF) Udara Jepang mengatakan telah mengangkat sebagian badan pesawat pengintai nirawaknya yang jatuh di lepas pantai Prefektur Tottori, Jepang barat.
SDF Udara menyatakan telah mengangkat sebagian badan Global Hawk pada Sabtu (17/10/2026) dari area dengan kedalaman sekitar 200 hingga 300 meter.
Kontak dengan pesawat tersebut hilang pada 15 September, ketika pesawat itu terbang di atas laut lepas daerah pesisir itu. Apa yang tampak seperti puing-puing ditemukan tergeletak di dasar laut sekitar 50 kilometer dari Kota Tottori.
Baca juga : Nozawa Masako Tolak Penggunaan Suara Berbasis AI Tanpa Izin
SDF Udara bekerja sama dengan perusahaan penyelamatan swasta untuk mengambil pesawat tersebut, yang berasal dari Pangkalan Misawa di Prefektur Aomori, Jepang utara.
Harga satu unit Global Hawk dilaporkan sekitar 17 miliar yen atau sekitar 107 juta dolar AS. Pesawat ini memiliki panjang sekitar 15 meter dan tinggi 5 meter dengan bentang sayap 40 meter.
SDF Udara bermaksud untuk melanjutkan upaya pencarian dan pengangkatan bagian-bagian lain pesawat mulai Minggu (18/10/2026). SDF Udara berencana mengangkut bagian yang ditemukan ke Pangkalan Misawa untuk dianalisis guna mencari tahu penyebab pasti kecelakaan tersebut.
Dikutip dari: NHK NEWS
