Beranda » Mantan Anggota Johnny & Associates Serukan Penghapusan Pelecehan Seksual terhadap Anak

Mantan Anggota Johnny & Associates Serukan Penghapusan Pelecehan Seksual terhadap Anak

NIINDO – Sekelompok artis yang sudah pensiun yang dulu bekerja di agensi bakat Jepang yang terlibat skandal mengadakan acara guna membahas cara-cara untuk memberantas pelecehan seksual terhadap anak.

Kelima orang tersebut mengaku mengalami pelecehan seksual yang dilakukan oleh mendiang pendiri agensi bakat yang sebelumnya bernama Johnny & Associates, Johnny Kitagawa. Mereka mendirikan organisasi yang bekerja untuk memberantas kekerasan seksual terhadap anak.

Lebih dari seratus orang turut ikut serta dalam acara yang diadakan di Distrik Shinjuku, Tokyo pada Sabtu (06/04/2024).

Empat pakar berbicara tentang kekerasan seksual dan pentingnya pendidikan seks.

Pengacara Kamitani Sakura mengatakan hukum pidana yang diubah tahun lalu mencakup undang-undang yang lebih ketat terhadap kejahatan seksual.

Baca juga : Analisis: Tsunami Landa Pulau Yonaguni Jepang 15 Menit setelah Gempa Taiwan

Ia mengatakan ada batasan mengenai apa yang dapat dilakukan hukum untuk menindak pelaku pelecehan seksual dan bahwa masyarakat perlu menciptakan lingkungan di mana anak-anak dapat menyadari bahwa mereka menjadi korban, serta membawa kasus tersebut ke pengadilan.

Para pakar menekankan perlunya meninjau ulang pendidikan seks di sekolah.

Para mantan artis tersebut mengatakan jika mereka lebih sadar tentang seks dan pelecehan seksual pada saat itu, mereka bisa mencegah kejadian tersebut.

Seorang peserta berusia 60-an tahun mengatakan ia senang mantan anggota Johnny & Associates angkat bicara tentang pelecehan yang mereka alami dan menjelaskan masalahnya. Ia juga mengatakan dirinya ingin mendukung kegiatan para anggota tersebut.

Salah satu anggota panitia acara itu, Nihongi Akimasa, mengatakan mereka mungkin tidak akan pernah bisa melupakan apa yang telah dialaminya, meskipun mereka diberi kompensasi. Ia mengatakan dengan melanjutkan kegiatan kelompoknya, ia berharap makin banyak orang akan bisa sadar akan masalah ini.

Dikutip dari NHK NEWS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.