NIINDO – Sebuah kelompok penelitian mengatakan analisisnya menunjukkan gelombang tsunami mencapai Pulau Yonaguni di Prefektur Okinawa, Jepang sekitar 15 menit setelah gempa dahsyat terjadi di dekat Taiwan pada 3 April.
Profesor Imamura Fumihiko dari Institut Penelitian Internasional Ilmu Bencana Universitas Tohoku merupakan salah satu anggota kelompok itu.
Kelompok tersebut menggunakan data patahan sumber gempa dari Survei Geologi Amerika Serikat (AS) untuk menjalankan simulasi bagaimana tsunami menyebar.
Para peneliti mengatakan hasilnya menunjukkan gelombang tsunami terjadi segera setelah gempa dan mencapai Pulau Yonaguni dalam waktu 15 menit.
Mereka juga memperkirakan tsunami mencapai Pulau Ishigaki dalam waktu sekitar 30 menit, Pulau Miyako dalam 40 menit, dan Kota Naha dalam waktu satu jam.
Baca juga : Pasar Pagi Wajima Dibuka Kembali setelah Gempa 1 Januari
Badan Meteorologi Jepang mengeluarkan peringatan tsunami untuk Prefektur Okinawa setelah gempa tersebut, dengan proyeksi gelombang setinggi 3 meter.
Namun, ketinggian maksimum tsunami yang teramati adalah 30 sentimeter.
Kelompok tersebut berpendapat bahwa gempa terjadi di darat serta di laut, dan energi seismik yang terbatas di laut inilah yang menyebabkan tsunami. Tim itu mengatakan hal tersebut tampaknya menjelaskan mengapa tsunami relatif kecil meskipun gempa bermagnitudo 7,7 dalam skala Richter.
Imamura mengatakan, hasil simulasi menunjukkan tsunami mencapai Prefektur Okinawa dengan sangat cepat. Ia menambahkan, terdapat banyak wisatawan di pantai Okinawa, dan perlu untuk mengkaji tanggapan yang diambil kali ini, termasuk bagaimana wisatawan dipandu untuk melakukan evakuasi.
Dikutip dari NHK NEWS
