Beranda » Lebih dari 35.000 Rumah Tangga Masih Kekurangan Air di Semenanjung Noto

Lebih dari 35.000 Rumah Tangga Masih Kekurangan Air di Semenanjung Noto

NIINDO – Banyak penyintas gempa pada Hari Tahun Baru di Jepang tengah masih kesulitan mendapatkan air. Gempa berkekuatan 7,6 itu merusak infrastruktur di seluruh wilayah. Kini, hampir 40 hari kemudian, sekitar 35.000 rumah tangga masih belum mendapatkan air bersih.

Sekolah-sekolah di Kota Nanao yang terdampak parah mulai menawarkan makan siang lagi pada hari Rabu (07/02/2024). Menunya terdiri dari susu, nasi kepal, dan hidangan penutup, semuanya tidak perlu air untuk memasaknya.

Baca juga : Patung Salju Raksasa Dipajang di Festival Musim Dingin Asahikawa

Tempat pemandian juga populer di daerah tersebut. Beppu, sebuah kota sumber air panas di Jepang barat, memutuskan untuk ikut membantu. Kota itu mengirimkan air mandi dari jarak ratusan kilometer sehingga penduduk dapat berendam dan melepas lelah.

Sebagian besar rumah tangga di kota Suzu dan Wajima masih belum dialiri air. Pihak berwenang sedang berupaya memeriksa apakah air tanah dapat digunakan sebagai pasokan air sementara.

Para pejabat menguji sumur-sumur di Suzu, tetapi mengatakan mereka tidak akan mengetahui apakah air dari sumur tersebut aman untuk satu bulan ke depan. Jika bisa digunakan, mereka mengatakan air sumur tersebut bisa memenuhi sejumlah kebutuhan sehari-hari, seperti mandi atau mengisi tangki toilet.

Namun, air juga diperlukan untuk merawat orang sakit. Rumah Sakit Umum Noto di Nanao akhirnya dapat melanjutkan perawatan dialisis setelah pasokan airnya pulih. Dialisis membutuhkan 500 liter air per pasien.

Baca juga : Jepang Catat Rekor Jumlah Tersangka Penipuan Khusus dari Luar Negeri

Izumiya Yoshiaki dari rumah sakit mengatakan, “Jika kami tidak dapat memberikan perawatan ini, hal ini dapat mengancam jiwa pasien kami. Kami berharap dapat membantu meningkatkan layanan medis di wilayah ini.”

Bagi mereka yang masih kekurangan air, pihak berwenang setempat mengatakan sistem yang sudah tua di wilayah tersebut sudah rentan terhadap gempa bumi.

Lebih dari 100 pekerja dari seluruh Jepang berusaha memperbaikinya. Namun, para pejabat mengatakan pemulihan total belum akan terjadi secepatnya bulan April.

Dikutip dari NHK WORLD JAPAN

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.