NIINDO.COM – Senin (05/02/2024) ini menandai 5 pekan sejak gempa Semenanjung Noto melanda Jepang tengah pada Hari Tahun Baru. Lebih dari 10.000 orang masih tinggal di tempat pengungsian, sedangkan beberapa pengungsi lainnya mulai pindah ke tempat tinggal sementara.
Gempa bermagnitudo 7,6 dan gempa-gempa susulannya menyebabkan 240 orang tewas dan merusak bangunan di banyak wilayah. Prefektur Ishikawa telah merilis nama 12 orang yang masih belum ditemukan.
Gempa juga menyebabkan infrastruktur rusak parah. Pasokan listrik sebagian besar telah kembali normal. Namun, tujuh kota besar dan kecil, termasuk Wajima dan Suzu, masih belum mendapatkan pasokan air bersih.
Pihak berwenang di Ishikawa mengatakan, hingga Jumat (02/02/2024) sejumlah 14.431 orang tinggal di pusat evakuasi. Pejabat prefektur mengatakan 2.867 orang masih berada di rumah yang rusak hingga Selasa (30/01/2024) lalu.
Beberapa pengungsi mulai pindah ke 18 unit perumahan sementara yang baru dibangun yang disiapkan oleh pemerintah prefektur pada Sabtu (03/02/2024). Prefektur ini berencana membangun 3.000 unit pada akhir Maret, tetapi banyak korban gempa masih harus tinggal di tempat pengungsian.
Polisi telah memasang kamera pengawas di pusat Kota Wajima untuk meningkatkan keamanan karena banyak orang tidak dapat kembali ke rumah mereka.
Dikutip dari NHK News
