NIINDO.COM – Perdana Menteri Jepang Suga Yoshihide bersama para menteri yang terlibat dalam respons pemerintah terhadap virus korona diperkirakan akan mempertimbangkan untuk mencabut status keadaan darurat di lima provinsi. Kelima provinsi tersebut adalah Osaka, Kyoto, Hyogo, Aichi, dan Gifu dilansir dari NHK.
Tokyo dan sembilan provinsi lainnya tengah berada dalam status keadaan darurat yang diberlakukan hingga 7 Maret.
BACA JUGA : Meninggal karena Efek Samping Covid-19, Warga Jepang Bakal Dapat Rp 5,9 Miliar
Gubernur-gubernur Osaka, Hyogo, dan Kyoto pada Selasa (23/02/2021) meminta pemerintah pusat untuk mengakhiri status keadaan darurat lebih awal di provinsi mereka. Jumlah penularan baru dan pasien yang dirawat di rumah sakit telah turun di tiga provinsi di Jepang barat tersebut.
Gubernur Provinsi Aichi memulai diskusi dengan para pejabat dari provinsi tetangganya, Gifu, guna melihat apakah memungkinkan untuk mencabut status keadaan darurat sebelum akhir bulan ini.
BACA JUGA : Jalur Shinkansen Sendai-Ichinoseki Kembali Dibuka
Suga diperkirakan akan bertemu dengan Menteri Revitalisasi Ekonomi Nishimura Yasutoshi serta Menteri Kesehatan Tamura Norihisa pada Rabu (24/02/2021) untuk membahas apakah status keadaan darurat bisa dicabut di lima provinsi tersebut.
