Beranda Uncategorized Jepang Mengonfirmasi Varian Virus Corona Baru Dari Brasil

Jepang Mengonfirmasi Varian Virus Corona Baru Dari Brasil

46
0
Warga Tokyo Memadati Sebuah Kuil. Foto Andylala

NIINDO.COM – Empat orang yang tiba di bandara Haneda Tokyo dari Brasil telah ditemukan terinfeksi varian baru dari Virus Corona baru.

Dikutip dari Kyodo News, Kementerian Kesehatan Jepang mengatakan empat penumpang tiba di bandara Haneda pada 2 Januari dari Amazonas, Brasil. Mereka dinyatakan positif setelah karantina bandara.

Dari keempatnya, seorang pria berusia 40-an dirawat di rumah sakit karena kesulitan bernapas. Seorang wanita berusia 30-an mengeluh sakit tenggorokan dan sakit kepala. Seorang remaja pria mengalami demam dan seorang lagi remaja perempuan tidak menunjukkan gejala apapun.

BACA JUGA : Corona Melonjak, Jepang Berlakukan Keadaan Darurat Tokyo Chiba Kangawa & Saitama

Perdana Menteri Jepang Yoshihide Suga dalam sebuah wawancara di NHK mengatakan bahwa pemerintah akan mengambil beberapa hari sebelum menilai kemungkinan akan memperluas keadaan darurat yang diumumkan atas pandemi virus corona di prefektur Osaka, Kyoto dan Hyogo.

“Saya diberitahu bahwa kita perlu mengawasi situasi selama beberapa hari, jadi saya berpikir seperti itu,. Ini mengacu pada pendapat panel ahli pemerintah yang memantau tren infeksi,” kata Suga.

Suga berbicara sehari setelah gubernur tiga prefektur barat meminta pemerintah pusat untuk memperpanjang keadaan darurat, yang berlaku mulai Jumat pekan lalu untuk wilayah Tokyo, Chiba, Kanagawa dan Saitama, sebagai tanggapan terhadap meningkatnya infeksi Virus Corona.

Pemerintah telah meminta penerapan langkah-langkah seperti pemendekan jam buka restoran dan promosi teleworking di tiga prefektur.

“Saya tahu mereka dalam situasi tegang. Kami siap merespons segera jika perlu,” tambah Suga.

BACA JUGA : Berdasarkan survei Warga Jepang Ingin Olimpiade Ditunda atau Batal

Dengan mengumumkan keadaan darurat, pemerintah pusat memungkinkan pemerintah daerah untuk mendesak masyarakat sebisa mungkin tinggal di rumah.

Partai-partai oposisi mengkritik Suga karena lamban mengumumkan keadaan darurat satu bulan yang mencakup Tokyo dan prefektur tetangga Chiba, Kanagawa dan Saitama. Keputusan itu akhirnya diambil setelah gubernur dari empat pemerintah daerah memintanya pada awal bulan ini.

Rekor tertinggi sebanyak 852 orang memiliki gejala COVID-19 yang serius. Lebih dari 6.000 infeksi virus korona setiap hari dilaporkan secara nasional, setelah melampaui 7.000 pada hari Sabtu pekan lalu untuk hari ketiga berturut-turut.

Institut Penyakit Menular Nasional mengatakan tidak ada bukti saat ini bahwa varian baru lebih mudah menular atau lebih mungkin menyebabkan gejala serius. Takaji Wakita, kepala institut tersebut, mengatakan varian tersebut menunjukkan beberapa kesamaan dengan yang menyebar di Inggris dan Afrika Selatan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here