Beranda » Jepang Bakal Tindak Tegas Warga Positif COVID-19 yang Berkeliaran

Jepang Bakal Tindak Tegas Warga Positif COVID-19 yang Berkeliaran

NIINDO.COM – Pemerintah Jepang bakal berlakukan sanksi bagi warga yang bandel.Beberapa waktu belakangan ini angka positif corona meninggkat di Tokyo,halini membuat pemerintah jepang akan menindak tegas bagi warga yang tidak mematuhi protocol yang ada.

Seperti di Indonesia ini , Negeri Sakura Jepang juga tengah berjuang melawan COVID-19. Bahkan tengah ada wacana untuk memberikan denda berupa sanksi uang pada warga positif COVID-19 yang masih ngeyel keluar rumah.

Baca juga:  Menlu: PM Jepang Yoshihide Suga akan Kunjungi Indonesia 20-21 Oktober
 

Dikutip dari detikTravel dari berbagai sumber, Sabtu (17/10/2020), rencana itu tengah dibahas oleh petinggi Yu Ito dari Pemerintahan Jepang seperti diberitakan media lokal SoraNews24.

Ito dan rekan separtainya berrencana untuk merevisi isi Undang-undang khusus untuk tipe baru flu dan infeksi lain tahun 2012, dengan klausul baru terkait COVID-19.

Yang Nantinya, undang-undang tersebut juga akan mengenakan denda sebesar 50.000 Yen atau setara dengan Rp 7 juta bagi orang yang kedapatan mengindahkan saran Pemerintah dan menginfeksi orang lain. Termasuk juga mengikat pelaku bisnis dengan denda sekaligus publikasi nama mereka.

sumber : google.com

Berdasarkan  undang-undang tersebut, Ito berencana untuk menerapkan denda serupa ke warga Tokyo yang nekat berkeliaran walau tahu terindikasi positif COVID-19. Pelaku bisnis yang memaksa karyawannya yang positif COVID-19 untuk tetap bekerja juga akan ditindak.

Dan Berdasarkan survei yang digelar oleh pihak Ito, sekitar 54,6% responden menyetujui usul tersebut. Namun, pro kontra juga bermunculan.

“Hal itu akan membuat diskriminasi terhadap positif COVID-19 lebih buruk,” ujar warganet.

“Ini akan membuat orang-orang menyembunyikan kasus mereka dan membuat penularan kian sulit untuk dilacak,” ujar warganet lain.

Hingga saat ini, situs pelacak corona Johns Hopkins mencatat adanya sekitar 92.044 kasus positif COVID-19 di Jepang. Namun, ada wacana kalau Jepang akan membuka perbatasannya tahun depan untuk menyambut Olimpiade Tokyo yang diundur dari tahun ini.

Baca juga: Jepang Incar Indonesia dan Vietnam untuk Perkuat Pertahanan

 

Tonton juga:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.