Jepang Incar Indonesia dan Vietnam untuk Perkuat Pertahanan

0
284
views
sumber : google.com

NIINDO.COM – Menteri Jepang Yoshihide Suga akan mengikuti jejak  Shinzo Abe dengan menjadikan dua negara ASEAN, Vietnam dan Indonesia sebagai tujuan kunjungan kerja luar negeri pertamanya sejak menjabat pada bulan September kemarin.

“Saya pikir ini penting untuk ditunjukkan  kami akan lebih menekankan dan mementingkan wilayah itu dan kami tertarik dengan situasi keamanan, terutama di Laut Cina Selatan,” kata mantan diplomat Kunihiko Miyake, yang juga merupakan penasihat khusus Suga.

Kepala Sekretaris Kabinet Katsunobu Kato mengumumkan pada hari Jumat (16/10) bahwa Suga akan mendatangi  Vietnam dan Indonesia pada minggu depan. Kunjungan Suga juga bertepatan dengan tujuan upaya Jepang untuk mendiversifikasi rantai pasokannya dan mengurangi ketergantungannya pada Cina.

Baca Juga : Menlu: PM Jepang Yoshihide Suga akan Kunjungi Indonesia 20-21 Oktober

Pendekatan yang tegas dan tenang

DiJepang harus berhati-hati  dalam menjaga hubungan ekonominya dengan Cina dan kaitannya  adanya masalah keamanan, termasuk dorongan Beijing yang ingin menegaskan klaim pulau-pulau di Laut Cina Timur yang disengketakan.

Beberapa negara anggota ASEAN juga mempunyai perselisihan teritorial dengan Cina di perairan Laut Cina Selatan. DiCina mengklaim sebagian besar zona ekonomi eksklusif Vietnam serta Kepulauan Paracel dan Spratly, sementara di Indonesia dibuat marah oleh gangguan penjaga pantai Cina ke zona ekonomi eksklusifnya di lepas Kepulauan Natuna.

sumber : google.com

Scott Harold, Direktur Asosiasi di Rand Corporation’s Center for Asia-Pacific Policy, mengatakan  bahwa pendekatan Jepang harus dilakukan dengan secara tegas, tenang, dan memprioritaskan kepentingannya tanpa  harus meminta  agar negara-negara lain untuk secara eksplisit melawan Cina.

Dalam Meningkatkan kerja sama pertahanan akan menjadi “titik kunci” dari perjalanan Suga ke Vietnam setelah tiga kapal Jepang bertandang ke pangkalan angkatan laut Cam Ranh di negara itu, demikian kata Ha Hoang Hop dari ISEAS-Yusof Ishak Institute yang berbasis di Singapura.

Minggu ini surat kabar Nikkei mengabarkan bahwa Jepang berencana menandatangani perjanjian dengan Vietnam untuk mengekspor peralatan dan teknologi pertahanan. Bahkan seorang pejabat Jepang mengatakan Tokyo tengah berunding tentang peningkatan kerja sama pertahanan dengan Hanoi dan Jakarta.

Kunjungan Suga ke ASEAN dilakukan setelah para menteri luar negeri dari empat negara di kawasan Indo-Pasifik yakni India, Australia, Jepang, dan AS yang dikenal dengan sebutan kelompok Quad menggelar pertemuan di Tokyo pada 6 Oktober 2020. Washington melihat pertemuan tersebut sebagai benteng pertahanan melawan Cina.

Beijing telah mengecam Quad sebagai “mini-NATO” yang dimaksudkan untuk menahan Cina.

Hop dari ISEAS-Yusof Ishak Institute mengatakan bahwa Vietnam dapat mendukung Quad dikarenakan kelompok ini menjadi lebih inklusif dan karena Beijing menjadi lebih agresif di Laut Cina Selatan. Sementara diIndonesia, bagaimanapun tetap harus waspada.

Baca Juga : Tokyo Kembali Alami Lonjakan Kasus COVID-19 Sejak Agustus Lalu

“Indonesia yang memiliki keunggulan pada sentralitas ASEAN, akan menjadi sangat ambivalen tentang Quad karena berpotensi merusak seluruh prinsip itu  Mereka tidak mungkin ikut serta dalam Quad,” kata Euan Graham dari International Institute for Strategic Studies yang berbasis di Singapura.

Tonton juga :

 

Tokyo Medical Tour

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here