NIINDO – Masyarakat di wilayah Noto, Jepang tengah, masih berjuang untuk pulih dari bencana yang disebabkan oleh hujan deras dua bulan lalu.
Curah hujan yang mencatat rekor pada 21 September merenggut nyawa 15 orang di Prefektur Ishikawa. Otoritas menyebutkan bahwa hingga Selasa (19/11/2024), jumlah rumah yang terendam banjir atau rusak meningkat menjadi 2.168.
Di kota Wajima dan Suzu, sebanyak 367 penduduk masih tinggal di tempat pengungsian.
Hujan deras memberikan pukulan ganda bagi banyak korban gempa 1 Januari. Gempa yang melanda Semenanjung Noto di pesisir Laut Jepang itu mengakibatkan ratusan orang tewas.
Baca juga : Wisatawan Menikmati Dedaunan Musim Gugur di Ngarai Ryuokyo, Nikko
Sejumlah daerah yang terdampak menghadapi kekurangan pekerja untuk proyek rekonstruksi.
Otoritas mengatakan pembersihan lumpur yang masuk ke dalam rumah mengalami kendala karena banyak tempat yang jalannya terlalu sempit untuk dilalui alat berat. Maka itu, pemerintah setempat mengerahkan sukarelawan untuk melakukan pekerjaan pembersihan.
Prefektur Ishikawa berupaya menyelesaikan pekerjaan tersebut di kota Wajima, Suzu, dan Noto selambatnya pertengahan Desember, sebelum musim salju dimulai.
Upaya tersebut membutuhkan 20.000 sukarelawan. Namun, hingga 4 November, hanya setengah dari jumlah tersebut yang berpartisipasi dalam pekerjaan sukarela.
Dikutip dari NHK NEWS
