Beranda » VIRAL!!! Kalahkan DRAKOR, 8 Budaya Populer Jepang dari Drama Cursed in Love

VIRAL!!! Kalahkan DRAKOR, 8 Budaya Populer Jepang dari Drama Cursed in Love

NIINDO.COM – Drakor memang sangat populer dan mendunia, seperti yang dikenal dunia bahwa Korea merupakan salah satu negara yang sangat menjaga budayanya pun juga Jepang. Berkaca dengan kesuksesan Drakor, Jepangpun saat ini sangat masif memperkenalkan budayanya melalui drama. Terutama untuk membidik kalangan milenial. Ya, Cursed in Love atau Watashitachi wa Douka Shiteiru menjadi salah satunya.

Hal menarik dari drama tersebut, kamu enggak cuma diajak berpikir memecahkan teka-teki. Tapi, kamu juga akan belajar filosofi setiap wagashi yang dibuat dan budaya lainnya.Penasaran, budaya apa saja sih yang bisa kamu pelajari dari drama tersebut? Yuk, simak ulasan berikut!

  1. Warabe uta, lagu tradisional Jepang

sumber © sukabacadotblog. VIRAL!!! Kalahkan DRAKOR, 8 Budaya Populer Jepang dari Drama Cursed in Love

Di awal episodenya selalu dibuka dengan cuplikan, Kyoko (ibu Tsubaki) menyanyikan warabe uta atau lagu tradisional Jepang. Lagu tradisional tersebut biasanya dinyanyikan anak-anak dalam permainan tradisional. Namun, bukan berarti lagu yang ceria, justru memiliki legenda menyeramkan di baliknya.

Beberapa warabe uta tersebut enggak asing di telinga, seperti Kagome Kagome dan Teru Teru Bozu. Seperti yang kamu tahu, Teru Teru Bozu merupakan boneka penangkal hujan dari tisu. Legendanya.

Baca juga :  Wisata Jepang Yang Terkenal Paling Menyeramkan

  1. Pakaian tradisional

sumber© bp-guide.id.VIRAL!!! Kalahkan DRAKOR, 8 Budaya Populer Jepang dari Drama Cursed in Love

Pakaian tradisional Jepang yang paling populer, yakni kimono. Ya, para tokoh dalam drama tersebut memang seringkali mengenakan kimono. Tapi, adakalanya mengenakan yukata yang memiliki bahan lebih ringan dan cocok untuk sehari-hari.

  1. Minka, rumah tradisional Jepang

sumber© mislanguageschool.co.id. VIRAL!!! Kalahkan DRAKOR, 8 Budaya Populer Jepang dari Drama Cursed in Love

Rumah tradisional Jepang disebut minka. Ciri khasnya yakni terbuat dari kayu, hal tersebut dilakukan supaya tidak mengalami kerusakan atau kerugian yang besar jika terjadi gempa. Selain itu, dianggap lebih hangat dibandingkan rumah berbahan batu bata.

Beberapa elemen yang wajib ada pada minka, yakni beralaskan tatami, fusuma atau pintu geser dan taman. Ruangan yang ada pun memiliki aturan tersendiri, lho. Seperti genkan yang menjadi tempat melepas alas kaki.

  1. Wagashi, manisan khas Jepang yang unik

sumber© bp-guide.id.VIRAL!!! Kalahkan DRAKOR, 8 Budaya Populer Jepang dari Drama Cursed in Love

Wagashi merupakan camilan atau makanan manis khas Jepang. Biasanya disajikan ketika upacara minum teh atau acara penting lainnya. Tapi, cara membuatnya enggak bisa sembarangan, lho.

Untuk menghasilkan wagashi yang ‘indah’ dan lezat, perlu ketelitian tinggi. Beberapa wagashi yang bisa kamu temui dalam drama tersebut yakni warabe mochi, hasami-giku dan youkan.

5. Upacara minum teh

sumber© sutekiji.com. Kalahkan DRAKOR, 8 Budaya Populer Jepang dari Drama Cursed in Love

Upacara minum teh, kamu pasti udah enggak asing lagi dengan tradisi satu ini. Acara tersebut biasa dilakukan oleh orang Jepang unguk menikmati keramahan tuan rumah dalam suasana yang berbeda. Biasaya akan didampingi dengan wagashi, seperti yang dijelaskan sebelumnya.

Namun, kini upacara minum teh biasanya hanya sebagai hobi. Sedangkan di tempat-tempat wisata, biasanya wisatawan dapat mempraktikkannya. Ada pula yang menyediakan lengkap dengan kimono.

 

  1. Tradisi perjodohan yang masih dilakukan

sumber© thedailyjapan.com. . Kalahkan DRAKOR, 8 Budaya Populer Jepang dari Drama Cursed in Love

Tidak jauh berbeda dengan Indonesia, masyarakat Jepang juga memiliki budaya perjodohan. Dahulu perjodohan atau omiai dilakukan untuk alasan politik atau kekayaan. Semakin ke sini, konsep perjodohan di Jepang mengalami perubahan.

Semakin banyak wanita Jepang yang fokus pada karir dan biasanya akan menikah pada usia 30an. Sedangkan, pria Jepang umumnya menginginkan wanita yang lebih muda. Sehingga perjodohan masa kini lebih fleksibel, seperti kencan buta, bertemu keluarga dan kerabat.

  1. Festival atau perayaan tahunan

sumber© airfrov.com. Kalahkan DRAKOR, 8 Budaya Populer Jepang dari Drama Cursed in Love

Ada beragam festival atau perayaan tahunan yang di Jepang. Salah satu festival yang ada dalam drama tersebut, yakni Tanabata. Festival ini biasanya dirayakan di bulan Juli dan Agustus setiap tahunnya.

Tanabata dipercaya sebagai hari dipertemukannya kembali bintang Vega dan Altair. Berdasarkan tradisi yang ada, orang yang merayakannya akan menulis keinginan mereka pada selembar kertas. Kemudian menggantung kertas tersebut di pohon bambu, supaya terwujud.

 

  1. Tata krama budaya Jepang

sumber© japantrips.co. Kalahkan DRAKOR, 8 Budaya Populer Jepang dari Drama Cursed in Love

Satu lagi nih budaya Jepang yang bisa kamu pelajari, tata krama. Salah satu tata krama yang populer, yakni membungkuk untuk menunjukkan rasa hormat. Bahkan, seseorang akan bersimpuh dan membungkuk lebih dari 45 derajat untuk meminta maaf atau memohon dengan sungguh-sungguh.

Selain itu, ketika ada orang bertamu lalu kamu suguhi teh. Setelah ia meminum secangket sampai habis, lantas kamu menawarkannya untuk cangkir kedua. Kamu justru dianggap menyuruhnya segera pergi.

Baca juga: Promosikan SWF Indonesia, Menko Luhut & Menteri Erick Thohir Lobi Jepang

Tonton juga:

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.