Beranda » Uniknya Hotel Perpustakaan di Jepang, Bisa Baca Sambil Rebahan di Rak Buku

Uniknya Hotel Perpustakaan di Jepang, Bisa Baca Sambil Rebahan di Rak Buku

NIINDO.COM – DiJepang memang  dikenal dengan kreativitasnya dalam  menciptakan suatu hal unik dan menarik. Salah satunya di bidang wisata. Di Jepang  juga ada sebuah tempat yang  menarik untuk kalian yang suka membaca.

Para kutu buku ini harus mempertimbangkan terbang ke Tokyo untuk menginap beberapa malam di sebuah hostel baru. Penginapan yang lebih sering disebut hotel perpustakaan ini menawarkan pengalaman terbaik untuk para penggila buku.

Para pengunjung dapat membaca buku dengan l bersantai di bilik mereka masing-masing. Hotel perpustakaan ini bernama Book And Bed yang berlokasi di Gedung Lumiere, Toshima-ku Ikebukuro, Tokyo.lokasinya sangat dekat dengan stasiun Ikebukuro, hanya berjalan sekira 10 menit dari pintu keluar C8. Hotel ini sangat cocok untuk wisatawan yang hobi membaca buku dan ingin merasakan pengalaman yang berbeda.

Baca juga : Mengenal Nicky Cinta ,dari Selebgram jadi pengusaha dengan untung ratusan juta

Dari Daya tariknya adalah bilik kamar yang menyatu dengan rak buku, sehingga memberikan sensasi seperti tidur di atas tumpukan buku. Walaupun terlihat sederhanya, hotel ini sangat artistik dan nyaman untuk ditempati.

Dikutip dari kanal YouTube Gritte Agatha, untuk menginap di sini Anda bisa mengeluarkan uang sebesar Rp400 ribu sampai Rp600 ribu per satu malam. Anda bisa check in pukul 16.00 dan check out pukul 11.00 waktu setempat.

Meski begitu Anda tak harus menginap juga, karena sesuai namanya, ini adalah hotel yang dipadukan dengan perpustakaan. Anda bisa berkunjung ke perpustakaannya saja dari pukul 8 pagi sampai pukul 12 malam.  dan Di perpustakaan ini  disediakan tempat untuk duduk atau rebahan di rak buku. yang terdiri dari beberapa tingkat.

sumber : google.com

Menurut Gritte Agatha, hotel ini  menyediakan bar dan wifi gratis, jadi pas juga buat nongkrong. Desain bangunannya unik, sehingga membuat pikiran bisa rileks dan nyaman.”Hotel ini sebenernya biasa aja karena terbuat dari kayu, cuma desainnya sangat unik dan artistik,” tutur pemain film dan sinetron yang kini juga jadi Youtuber.

Hotel perpustakaan ini ada  dua lantai, yaitu lantai 7 dan lantai 8. Perbedaan di dua lantai ini hanya pada ruangan kamarnya saja. Di lantai 8 terdapat kamar yang ukuranya lebih mini. “Luasnya hampir sama kaya di lantai 7, hanya saja di lantai 8 ada kamar yang ukuranya lebih mini,” ucap Gritte.

Gritte Agatha  juga menambahkan, suasana  di hotel ini  sunyi membuat pengunjung merasa tenang saat berada di sini. Banyak juga ide unik yang bisa membangkitkan semangat, menambah wawasan atau bahkan memicu kreativitas saat berada di hotel ini.”Kalian akan menemukan sesuatu yang unik dan menarik kalau datang kesini, karena tempatnya yang tenang, ide-ide baru akan muncul dari otak kita,” tutupnya.

Hostel unik ini juga memberikan perhatian pada penderita klaustrofobia berupa peringatan. Pasalnya, kamar-kamar di Book and Bed Tokyo berukuran kecil, yaitu 80 x 200 centimeter. Jadi mereka yang punya ketakutan akan ruang sempit, bisa mempertimbangkan untuk menginap atau memilih penginapan lain.

Baca juga: Menjajal Seluncur Salju di Resor Ski Ramah Muslim di Kaki Gunung Fuji

Di hostel ini ada 30 tempat tidur dengan kamar mandi bersama. Tiap kamar dilengkapi dengan lampu baca agar para tamu tetap bisa membaca buku favorit mereka. Book and Bed memang bukan hanya sebuah hostel, tapi menyajikan pengalaman dan sensasi yang unik dan mungkin belum bisa ditemui di tempat lain.

Tonton juga :

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.