NIINDO – Pemerintah Metropolitan Tokyo menggelar latihan mitigasi bencana berskala besar untuk menghadapi kemungkinan terjadinya gempa kuat di ibu kota. Latihan tahunan ini dilaksanakan menjelang Hari Mitigasi Bencana yang diperingati setiap 1 September.
Simulasi pada Jumat (29/08/2025) didasarkan pada skenario gempa bermagnitudo 7,3 yang terjadi pukul 07.00 dengan episentrum di bagian timur Tama. Dalam skenario tersebut, wilayah itu diasumsikan mengalami guncangan paling kuat, yakni tingkat tujuh pada skala intensitas seismik Jepang, yang berkisar dari nol hingga tujuh.
Gubernur Tokyo, Koike Yuriko, tiba di kantor pemerintah metropolitan sekitar pukul 08.20 dengan mobil polisi untuk memimpin jalannya latihan. Sejumlah pejabat kemudian mengadakan pertemuan darurat dengan markas besar mitigasi bencana, yang juga dihadiri oleh perwakilan Pasukan Bela Diri Jepang (SDF), kepolisian, serta dinas pemadam kebakaran.
Baca juga : Tiga Beruang Terekam, Situs Warisan Dunia di Aomori Ditutup Sementara
Dalam laporan awal, pejabat pemerintah metropolitan menyampaikan gambaran kerusakan yang meliputi pemadaman listrik di berbagai lokasi, serta upaya verifikasi jumlah korban jiwa dan kerusakan bangunan. Pertemuan daring juga dilakukan dengan pejabat dari Kota Hamura dan Kota Hinode, wilayah yang berdekatan dengan pusat gempa simulasi. Para wali kota setempat melaporkan berbagai dampak, termasuk tanah longsor, kebakaran, serta adanya korban jiwa.
Menanggapi laporan tersebut, Koike menegaskan bahwa Pemerintah Metropolitan Tokyo akan menangani situasi darurat dengan bekerja sama bersama distrik, kota, dan desa, dengan mengutamakan perlindungan jiwa serta harta benda masyarakat. Ia juga menginstruksikan agar seluruh pihak terkait fokus pada penyelamatan warga, memahami skala kerusakan secara cepat, serta menyampaikan informasi yang akurat kepada publik.
Latihan semacam ini rutin digelar setiap tahun untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi gempa besar yang sewaktu-waktu dapat terjadi di kawasan Tokyo, salah satu kota dengan tingkat kerentanan gempa tertinggi di Jepang.
Dikutip dari NHK NEWS
