Beranda » Stres dan Kelelahan Mengemuka 6 Bulan Pascabencana Noto

Stres dan Kelelahan Mengemuka 6 Bulan Pascabencana Noto

NIINDO – Senin (01/07/2024) ini tepat enam bulan pascagempa besar mengguncang Semenanjung Noto, Prefektur Ishikawa, dan daerah sekitarnya di Jepang tengah. Jumlah kematian pascabencana itu bisa makin meningkat.

Para pejabat mengonfirmasi bahwa gempa bermagnitudo 7,6 itu menyebabkan 281 orang tewas dan tiga lainnya belum ditemukan.

Korban jiwa akibat gempa itu termasuk 52 orang yang meninggal setelah jatuh sakit akibat penyebab pascabencana, termasuk kelelahan dan tekanan psikologis.

Lebih banyak korban gempa itu dikhawatirkan meninggal akibat faktor-faktor tersebut karena banyak warga yang kehilangan tempat tinggal terpaksa tinggal di perumahan sementara atau tempat penampungan lainnya.

Baca juga : Yen Jatuh ke Level Terendah 38 Tahun, RI Ikut Untung Apa Buntung?

Para ahli menyerukan ke pemerintah daerah dan kelompok sektor swasta untuk bekerja sama memberikan dukungan yang cermat kepada para pengungsi, seperti pemantauan gaya hidup dan layanan perawatan.

Para pejabat memperkirakan 22.000 bangunan di daerah yang terdampak gempa perlu dihancurkan dan puing-puingnya dibersihkan oleh pemerintah kota setempat atas nama pemiliknya. Namun, prosedur tersebut baru diselesaikan sekitar 4 persen, atau sekitar 900 dari jumlah tersebut.

Perusahaan konstruksi juga menghadapi banyaknya permintaan untuk memperbaiki rumah-rumah yang rusak akibat gempa.

Sementara itu, penelitian menunjukkan gempa pada 1 Januari tersebut memicu fenomena likuefaksi dibanyak lokasi.

Dikutip dari NHK NEWS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.