Stimulus Pemerintah Berhasil Tekan Angka Pengangguran

    222
    0

    NIINDO.COM – Sekretaris Jenderal Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker), Anwar sanusi ph.D menyatakan, kondisi pasar kerja di Indonesia setelah pandemi COVID-19 ini, berdampak pada sisi demand dalam pasar tenaga kerja.

    Hal ini ditunjukkan dari total pekerja terdampak dari sisi demand sebesar 18,45 juta orang atau 96,6% dari seluruh total penduduk usia kerja yang terdampak COVID-19.

    BACA JUGA : Duta Besar Heri Akhmadi Resmikan Bank Indonesia Corner Pertama di Luar Negeri

    Hal tersebut menurutnya menunjukkan bahwa PHK pada masa pandemi, sesungguhnya tidak terlalu berkontribusi besar terhadap tingkat pengangguran secara umum.

    “Sebab langkah pemerintah dalam bentuk berbagai program bantuan atau stimulus cukup berhasil menekan angka pengangguran karena COVID-19,” kata Sekjen Anwar Sanusi di Jakarta, Rabu (8/9/2021).

    Sekjen Anwar Sanusi menilai ledakan PHK kurang tepat digunakan mengingat relatif kecilnya tingkat pengangguran akibat COVID-19, meskipun sektor informal menjadi jaring pengaman penyerapan tenaga kerja.

    “Persentase tenaga kerja di sektor informal selama masa pandemi cenderung meningkat dari 56,64% pada Februari 2020 menjadi 59,62% pada Februari 2021,” katanya.

    Sekjen Anwar mengatakan, dari sisi regulasi Kemnaker telah menerbitkan 2 Permenaker, 2 Kepmenaker, dan 4 Surat Edaran untuk mengantisipasi PHK sebagai dampak pandemi. Sesuai regulasi diatas, dari sisi pengupahan, Pemerintah telah memberikan panduan dalam pelaksanaan pengupahan bagi perusahaan yang terdampak pandemi COVID-19 dan pemberlakuan pembatasan kegiatan usaha, agar tetap dapat memenuhi hak-hak pekerja/buruh.

    “Dalam menjalankan program Bantuan Subsidi Gaji/Upah Tahun 2020 dan 2021, menyesuaikan besaran pembayaran upah pekerja/buruh berdasarkan kesepakatan pengusaha dan pekerja,” ucapnya.

    Anwar Sanusi menambahkan, dampak PPKM terhadap jumlah pengangguran berdampak pada tingkat pengangguran. Ini diindikasikan dari data sebelumnya terkait pengangguran karena COVID-19, selain itu perubahan pencarian lapangan kerja lebih banyak pada bidang digital yang terjadi secara intens selama masa pandemi, namun belum sepenuhnya mengubah pola pencarian lapangan kerja.

    返事を書く

    あなたのコメントを入力してください。
    ここにあなたの名前を入力してください