Beranda » Sistem Baru di Jepang: “Data Tidak Tersedia” Jadi Peringatan Bahaya Tsunami

Sistem Baru di Jepang: “Data Tidak Tersedia” Jadi Peringatan Bahaya Tsunami

NIINDO – Badan Meteorologi Jepang mulai menerapkan sistem baru dengan status “data tidak tersedia” untuk lokasi-lokasi yang pengamatan tsunaminya terganggu akibat kerusakan alat. Langkah ini dimaksudkan untuk mendorong masyarakat segera mengambil tindakan penyelamatan diri ketika sistem pendeteksi tidak dapat memberikan informasi pasti.

Sistem baru ini diberlakukan pada Kamis (24/07/2025) siang. Kini, dalam situasi di mana sistem pengamatan tsunami tidak berfungsi, badan tersebut akan secara eksplisit mengumumkan status “data tidak tersedia” agar masyarakat tidak menunggu informasi tambahan dan segera mengungsi jika diperlukan.

Kebijakan ini diambil sebagai pelajaran dari kejadian gempa bumi di Semenanjung Noto. Saat itu, alat pengukur tsunami yang berada di pelabuhan nelayan Kota Suzu, Prefektur Ishikawa, rusak akibat terangkatnya tanah setelah gempa, sehingga tidak dapat memberikan data ketinggian gelombang yang mendekat. Padahal, saat itu tsunami diperkirakan tengah menuju wilayah tersebut.

Baca juga : Kebakaran Bank Daya di Kereta Yamanote, Model Ternyata Sudah Pernah Ditarik karena Risiko Kebakaran

Masalah serupa juga terjadi saat gempa besar melanda lepas pantai kawasan Tohoku. Sejumlah fasilitas pengamatan hancur karena tersapu puing-puing yang terbawa gelombang tsunami.

Biasanya, badan tersebut mengeluarkan peringatan tsunami dalam waktu sekitar tiga menit setelah terjadi gempa besar, dan menyusul dengan informasi tinggi serta waktu kedatangan gelombang berdasarkan data dari jaringan alat pemantau di sepanjang pesisir.

Namun, dalam kasus sistem pengamatan tidak memberikan data, masyarakat kini diimbau untuk tidak menunggu informasi tambahan. Jika muncul status “data tidak tersedia”, mereka harus berasumsi bahwa tsunami besar mungkin tengah mendekat dan segera mengungsi ke tempat yang lebih tinggi.

Baca juga : Cuaca Panas yang Berbahaya Diperkirakan Melanda Jepang

Dengan sistem baru ini, Badan Meteorologi berharap lebih banyak nyawa dapat diselamatkan melalui peningkatan kesadaran dan respon cepat masyarakat saat informasi pasti belum dapat diberikan.

Dikutip dari NHK NEWS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.