NIINDO – Sebuah insiden kebakaran yang melibatkan bank daya terjadi di kereta JR Jalur Yamanote pada Minggu (20/07/2025), melukai lima orang secara ringan dan memicu kekhawatiran baru terkait keamanan perangkat elektronik portabel. Penyelidikan awal mengungkap bahwa model bank daya yang terbakar tersebut sebelumnya telah masuk daftar penarikan karena risiko kebakaran.
Peristiwa terjadi sekitar pukul 16.00 saat kereta melaju antara Stasiun Shinjuku dan Shin-Okubo. Seorang penumpang wanita berusia 30-an tahun mengalami luka bakar di tangan setelah bank daya miliknya tiba-tiba memanas saat digunakan untuk mengisi daya ponsel. Meskipun segera dicabut dari ponsel, perangkat itu tidak kunjung mendingin dan terbakar hanya dalam waktu sekitar 30 detik.
Api berhasil dipadamkan dengan alat pemadam api portabel di dalam kereta. Selain pemilik bank daya, empat penumpang lainnya juga mengalami luka ringan, sebagian besar karena kepanikan atau paparan asap.
Baca juga : Cuaca Panas yang Berbahaya Diperkirakan Melanda Jepang
Sumber-sumber penyelidikan dari Kepolisian Metropolitan Tokyo dan otoritas terkait menyatakan bahwa model baterai tersebut termasuk dalam daftar produk yang ditarik dari peredaran karena berisiko terbakar atau mengeluarkan asap. Berdasarkan nomor model, diketahui sekitar 39.000 unit telah dikirim ke pasaran dalam periode 20 bulan hingga Agustus 2021. Hingga kini, tercatat sudah ada 16 insiden kebakaran yang dikaitkan dengan model tersebut.
Salah satu insiden serupa terjadi di Prefektur Kanagawa pada April lalu, di mana bank daya yang sama terbakar beserta sekitarnya usai proses pengisian daya.
Pihak Kepolisian Tokyo melanjutkan penyelidikan untuk memastikan apakah kebakaran di kereta Yamanote ini benar-benar terkait dengan cacat produk, serta memeriksa apakah bank daya tersebut merupakan bagian dari batch yang secara resmi ditarik dari pasaran.
Dikutip dari NHK NEWS
