NIINDO.COM – Para peneliti di Jepang mengatakan fenomena yang dikenal sebagai selip lambat tampaknya terjadi di perbatasan antara lempeng-lempeng tektonik yang terletak di lepas pantai timur Prefektur Chiba, dekat Tokyo.
Daerah tersebut telah dilanda serangkaian gempa sejak Selasa (27/02/2024). Pada Jumat (01/03/2024) pagi, gempa bermagnitudo 5,2 menyebabkan guncangan dengan intensitas 4 pada skala Jepang 0 hingga 7 di prefektur Chiba dan Saitama.
Para peneliti di Otoritas Informasi Geospasial Jepang, yang memantau pergerakan kerak Bumi menggunakan data satelit, mengatakan pihaknya mendeteksi perubahan pergerakan di bawah Semenanjung Boso di Chiba sejak sekitar Senin (26/02/2024).
Para peneliti mengatakan analisisnya menunjukkan bahwa pergeseran perlahan pada batas antara lempeng samudra dan lempeng benua tampaknya tengah berlangsung. Mereka memperkirakan peristiwa tersebut menyebabkan pergeseran berukuran sekitar 2 sentimeter.
Baca juga : Pembersihan Puing Perumahan sejak Gempa Noto Berjalan Lambat
Peristiwa selip lambat teramati di lepas pantai timur Chiba sebanyak enam kali antara 1996 dan 2018. Peningkatan aktivitas seismik juga teramati selama enam periode tersebut.
Profesor Nishimura Takuya dari Institut Penelitian Mitigasi Bencana Universitas Kyoto menganalisis data observasi GPS dari Otoritas Informasi Geospasial.
Nishimura mengatakan peristiwa selip lambat di lepas pantai Chiba diperkirakan akan berlanjut selama tujuh hingga sepuluh hari. Namun, ia menambahkan masyarakat perlu mewaspadai aktivitas seismik selama kurang lebih satu bulan ini.
Profesor itu mengatakan masyarakat harus tetap menjalani kehidupan seperti biasa, tetapi ia menambahkan bahwa mereka harus bersiap menghadapi gempa.
Dikutip dari NHK World Japan
