NIINDO – Perdana Menteri Jepang Kishida Fumio mengatakan pemerintah dan partai-partai berkuasa akan terus berupaya menyusun kerangka kerja yang memungkinkan ekspor jet tempur generasi berikutnya ke negara-negara ketiga.
Jepang mengembangkan jet ini bersama Inggris dan Italia. Pemerintah dan Partai Demokratik Liberal (LDP) yang berkuasa mendukung pelonggaran pedoman ketat Jepang mengenai ekspor senjata. Namun, mitra koalisi LDP, Komeito, mengambil sikap hati-hati.
Kishida mengatakan dalam Parlemen pada Rabu (06/03/2024) bahwa Jepang perlu memiliki pesawat yang mampu membela negaranya. Ia juga mengatakan perlu ada kerangka kerja bagi transfer langsung pesawat ke negara ketiga agar pengembangan bersama internasional dapat berhasil.
Kishida menambahkan bahwa kerangka kerja seperti itu akan menghasilkan lingkungan keamanan yang menguntungkan untuk melindungi kehidupan masyarakat dan akan melayani kepentingan nasional Jepang.
Baca juga : Permohonan Tunjangan Kesejahteraan di Jepang Tertinggi dalam 11 tahun
Menteri Sekretaris Kabinet Hayashi Yoshimasa mengatakan kepada wartawan pada Rabu bahwa dalam pembicaraan dengan Inggris dan Italia, terungkap bahwa mereka yakin transfer ke negara ketiga sangat penting untuk menurunkan biaya pengadaan. Ia menambahkan Jepang diminta melakukan hal yang sama.
Hayashi memperingatkan bahwa tanpa kerangka ekspor ke negara ketiga, Jepang akan kesulitan mendapatkan jet tempur yang dibutuhkannya dan akan dipandang oleh masyarakat internasional sebagai mitra yang tidak layak untuk pengembangan dan produksi bersama. Ia menambahkan bahwa jika pengembangan dan produksi bersama dengan sekutu dan negara-negara yang berpandangan sama mengalami masalah, hal itu dapat melemahkan pertahanan Jepang.
Ketua kubu oposisi utama Partai Demokratik Konstitusional, Izumi Kenta, menyatakan keprihatinannya tentang perkembangan ini pada Rabu. Ia mengatakan dalam sebuah programa radio bahwa dirinya khawatir pedoman ekspor senjata Jepang akan makin dilonggarkan secara bertahap.
Dikutip dari NHK WORLD JAPAN
