NIINDO – Pemerintah Jepang dan sejumlah perusahaan dagang besar membahas strategi untuk memastikan impor pangan yang stabil. Pembicaraan ini dilakukan ketika persaingan global yang ketat meningkatkan urgensi isu ketahanan pangan.
Menteri Pertanian Sakamoto Tetsushi mengatakan Jepang tidak dapat lagi mengimpor pangan sebanyak yang diinginkan dengan harga murah. Ia menyebutkan bahwa situasi impor biji-bijian telah berubah secara drastis.
Sakamoto berjanji untuk mendukung pembangunan fasilitas di negara-negara pengekspor tempat biji-bijian tujuan Jepang disimpan dan dimuat.
Baca juga : Tsunami Bangkrut Hantam Jepang, 1.000 Perusahaan Gulung Tikar 1 Bulan
Perusahaan-perusahaan dagang tersebut meminta bantuan pembangunan resmi untuk mendirikan infrastruktur seperti kereta dan pelabuhan di negara-negara tersebut. Pihak perusahaan juga mendesak pemerintah agar meminta mitra dagangnya untuk memperjelas dan memperbaiki aturan serta praktik ekspor yang ada.
Jepang bergantung pada impor untuk sebagian besar kebutuhan gandum, kedelai, dan biji-bijian lainnya, serta pupuk. Namun, Jepang menghadapi persaingan yang makin ketat akibat pertumbuhan populasi global serta meningkatnya daya beli Cina dan negara-negara lain.
Dikutip dari HNK News
