NIINDO.COM – Pemakaman diadakan di Tokyo pada Sabtu (02/03/2024) untuk putri seorang aktivis hak asasi manusia (HAM) terkemuka di Cina. Sang ayah tidak dapat hadir karena pihak berwenang di Beijing melarangnya meninggalkan negara tersebut.
Putri dari Tang Jitian yang bernama Zhengqi datang di Jepang pada tahun 2019 untuk kuliah, tetapi terjangkit meningitis pada tahun 2021 dan meninggal bulan lalu pada usia 27 tahun.
Ibu Zhengqi dan para pendukungnya, yang menghadiri upacara tersebut, meletakkan bunga di depan fotonya saat mereka mengucapkan selamat tinggal.
Ayahnya berusaha mengunjungi putrinya, tetapi pihak berwenang Cina, dengan alasan termasuk keamanan nasional, menolak mengizinkannya keluar dari Cina.
Baca juga : Pemeran Panggung “Spirited Away” Nantikan Penampilan di London
Tang diawasi dengan ketat di Cina, dan pihak berwenang sempat menahannya selama lebih dari setahun. Ia dibebaskan pada Januari 2023, tetapi ia diyakini masih dalam pengawasan.
Seorang profesor di Sekolah Pascasarjana Seni dan Sains Universitas Tokyo, Ako Tomoko, mendukung Zhengqi.
Profesor Ako, seorang pakar masalah sosial di Cina, mengatakan ia ingin Tang diizinkan melihat putrinya meski hanya sebentar untuk terakhir kalinya. Ia mengatakan negara harus mendoakan kebahagiaan rakyatnya, dan ia ingin Cina, dengan profil global yang tinggi, menghormati HAM.
Dikutip dari NHK World Japan
