NIINDO – Pengadilan Jepang menjatuhkan hukuman mati kepada seorang pria pelaku pembakaran yang menewaskan 36 karyawan di sebuah studio animasi terkenal di Kyoto. Korban jiwa dalam kasus ini merupakan yang terbesar dalam sejarah persidangan pidana di Jepang dalam lebih dari tiga dekade.
Jaksa mendakwa Aoba Shinji dengan tuduhan pembunuhan dan pembakaran setelah pria itu menyiram studio Kyoto Animation dengan bensin dan menyulutkan api pada Juli 2019. Serangan itu menyebabkan 32 orang lainnya terluka.
Perusahaan ini terkenal dengan sejumlah karya seperti “Melancholy of Haruhi Suzumiya”, “Violet Evergarden”, dan anime terkenal lainnya.
Hakim ketua Masuda Keisuke memutuskan Aoba bersalah di Pengadilan Distrik Kyoto pada Kamis (25/01/2024). Masuda mengatakan Aoba tidak gila atau mengalami gangguan kejiwaan.
BACA JUGA : Film-Film Terkait Jepang Masuk Nominasi Academy Awards
Masuda menegaskan bahwa Aoba ragu-ragu dan menghindari orang lain sebelum melakukan serangan. Hakim mengatakan Aoba melakukan kejahatan itu atas kemauannya sendiri karena dendam terhadap Kyoto Animation.
Masuda mengatakan kejadian ini terlalu menyedihkan dan tragis karena menewaskan 36 orang. Selain itu, para korban juga merasakan ketakutan serta kepedihan yang tidak dapat digambarkan.
Jaksa menuntut hukuman mati dengan alasan Aoba kompeten secara kejiwaan untuk bertanggung jawab atas serangan tersebut. Disebutkan bahwa motif penyerangan didorong oleh khayalan Aoba bahwa Kyoto Animation menjiplak karyanya, tetapi hal itu sifatnya terbatas.
Pengacara sebelumnya dalam pembelaan mengatakan Aoba menderita gangguan kejiwaan dan tidak dapat dipidana.
Dikutip dari NHK WORLD JAPAN
