NIINDO – Sebuah organisasi nirlaba yang mengumpulkan catatan terkait hibakusha, yaitu orang-orang yang selamat dari bom atom di Hiroshima dan Nagasaki, kesulitan untuk membuat arsip selama lebih dari satu dekade. Demikian informasi yang didapatkan NHK.
“No More Hibakusha Project” atau “Proyek Tidak Ada Lagi Hibakusha” didirikan pada 2011 oleh mendiang peraih Nobel bidang sastra, Oe Kenzaburo, dan lainnya untuk mewariskan kenangan para penyintas kepada generasi mendatang.
Organisasi ini telah mengumpulkan sekitar 20.000 materi, termasuk memoar dan kesaksian para penyintas bom atom, serta catatan kegiatan antinuklir dari Konfederasi Organisasi Penderita Bom Atom dan Bom Hidrogen Jepang, atau Nihon Hidankyo. Dokumen lainnya mencakup survei yang dilakukan oleh lembaga penelitian mengenai kerusakan dan dampak bom atom.
BACA JUGA : WNA Terdampak Gempa Dapat Kebijakan Khusus Imigrasi
Organisasi ini berencana membangun markas di Tokyo untuk menyimpan material-material yang dikumpulkan, tetapi hanya mencapai sedikit kemajuan dalam memilih calon lokasi dan mengumpulkan dana. Dikatakan penyelesaian proyek tersebut masih belum terlihat.
Para pejabat organisasi itu mengatakan materi tersebut saat ini disimpan di sejumlah lokasi, dan beberapa di antaranya dipublikasikan atas permintaan para peneliti. Namun, para pejabat itu mengatakan banyak dari catatan ini tidak mudah diakses.
Organisasi tersebut mengatakan akan mempercepat proses pemilihan lokasi, sambil berupaya merilis dokumen digital ke publik secara daring.
Hirai Akira, anggota “No More Hibakusha Project”, mengatakan organisasinya sangat ingin membuat kemajuan, tetapi tersandung pada langkah pertama.
Ia mengatakan ingin meminta dukungan dari berbagai pihak demi mencapai harapan para penyintas agar tidak ada lagi hibakusha.
Dikutip dari NHK NEWS
