Nilai mata uang yen Jepang anjlok mendekati titik terendah dalam 33 tahun terhadap dolar pada Selasa (31/10/2023). Yen mencapai 151,74 per dolar Amerika Serikat (AS) selama jam perdagangan di New York.
Nilai yen anjlok setelah para pemimpin Bank Sentral Jepang (BOJ) menyelesaikan rapat kebijakan selama dua hari pada Selasa. Gubernur BOJ Ueda Kazuo mengumumkan bahwa bank sentral tersebut akan lebih fleksibel dalam kebijakan moneternya. Namun, ia tidak mengatakan kapan pengambil kebijakan akan melakukan intervensi.
BOJ mempertahankan suku bunga jangka pendek pada minus 0,1 persen, bahkan ketika Bank Sentral AS telah menaikkan suku bunga di atas 5 persen. Anjloknya yen menunjukkan bahwa para pelaku pasar tidak yakin BOJ akan mulai mempersempit selisih suku bunga tersebut.
BACA JUGA : Masyarakat Diminta Tidak Rayakan Halloween di Shibuya
Pejabat Kementerian Keuangan Jepang mengatakan ketika nilai yen turun ke level 150 terhadap dolar pada beberapa pekan lalu, pemerintah tidak melakukan intervensi. Beberapa pelaku pasar menganggap hal itu sebagai isyarat untuk kembali menjual mata uang Jepang.
Yen juga terus melemah terhadap dolar dalam perdagangan Tokyo pada Rabu (01/11/2023). Yen diperdagangkan di kisaran bawah 151 terhadap mata uang AS pada pukul 5 sore waktu Jepang.
Dikutip dari NHK NEWS
