
NIINDO - Pemerintah Jepang mengalokasikan dana tambahan sebesar 1,1481 triliun yen atau sekitar 7,3 miliar dolar AS untuk menjaga harga bensin dan bahan bakar lainnya tetap terjangkau.
Keputusan ini diambil dalam rapat Kabinet pada Jumat (30/10/2026), menyusul pernyataan Perdana Menteri Takaichi Sanae sehari sebelumnya mengenai penambahan anggaran subsidi dari dana darurat pemerintah.
Melalui program ini, harga bensin yang saat ini dijaga sekitar 170 yen per liter diharapkan tidak mengalami kenaikan tajam. Meski demikian, pemerintah berencana mengurangi subsidi secara bertahap mulai Desember, dengan menaikkan target harga bensin sebesar 5 yen per liter setiap bulan hingga musim semi.
🚗 Cari kerja Driver di Jepang? Cek lowongannya di maha-job.com
Sebagian besar anggaran tambahan akan digunakan untuk memperkuat subsidi bahan bakar yang sudah berjalan. Sementara itu, sekitar 2,2 miliar yen disiapkan khusus untuk membantu operator taksi yang menggunakan bahan bakar gas petroleum cair (LPG).
Sebelumnya, Jepang telah menghabiskan sekitar 1,2 triliun yen untuk program subsidi BBM selama kurang lebih lima bulan hingga Agustus 2026.
Sumber : NHK News
https://youtu.be/nN6iyA-UJRE?si=l0JtG8wzUSBB8VX3
