Beranda » Nasib Nelayan & Pelajar Tak Menentu Akibat Kerusakan Gempa

Nasib Nelayan & Pelajar Tak Menentu Akibat Kerusakan Gempa

NIINDO – Jumlah korban tewas akibat gempa pada Hari Tahun Baru di Semenanjung Noto, Jepang tengah, meningkat menjadi 232 orang. Saat para penyintas berupaya untuk kembali hidup normal, beberapa merasa hal tersebut mungkin lebih sulit dari yang diperkirakan.

Para nelayan di Kota Wajima, Provinsi Ishikawa, akhirnya menyadari besarnya kerusakan yang terjadi. Gempa tersebut menyebabkan garis pantai terangkat sepanjang 200 meter.

Biota laut yang mati mengotori kawasan yang semula merupakan bagian dasar laut. Tanpa akses ke laut, para nelayan di Pelabuhan Kuroshima mengatakan mata pencaharian mereka mungkin akan hilang selamanya.

Seorang nelayan, Takashima Naganori, mengatakan terdapat begitu banyak kerusakan yang menurutnya tidak ada yang bisa dilakukan untuk mengatasinya. Ia mengaku tidak melihat kemungkinan untuk terus dapat menangkap ikan. Ia prihatin dengan cara komunitasnya akan bertahan.

BACA JUGA : Pengungsi Gempa Noto Berjuang Melawan Dingin dan Trauma

Takashima bukan satu-satunya nelayan. Ada sekitar 70 pelabuhan perikanan di Provinsi Ishikawa. Pada Senin (15/01/2024), para pejabat mengatakan lebih dari 80 persen pelabuhan rusak akibat bencana tersebut.

Siswa setempat juga bertanya-tanya tentang masa depan mereka. Ratusan siswa SMP di Kota Wajima berangkat bersama-sama pada Rabu (17/01/2024). Ketiga SMP di kota tersebut digunakan sebagai lokasi pengungsian.

Sebanyak 400 murid diberi pilihan untuk melanjutkan sekolahnya ke bagian selatan provinsi tersebut, 250 di antara para siswa itu memilih menerima tawaran itu.

Seorang siswa SMP, Miyawaki Mizuki, mengatakan sedikit khawatir. Namun, menurutnya fasilitas di lokasi baru lengkap dan ia menantikannya.

Ayah Mizuki mengatakan hanya bisa memberi tahu putranya untuk melakukan yang terbaik. Saat ini menurutnya ada banyak hal yang tidak dapat disediakan di sini. Ia berharap putranya akan tumbuh dewasa dan kembali.

Para siswa diperkirakan bersekolah di tempat baru selama kurang lebih dua bulan. Para guru dari sekolah Kota Wajima akan bertanggung jawab atas siswa di lokasi baru.

Dikutip dari NHK World – Japan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.