Selain bonsai kesenian miniatur Jepang lainnya adalah Bonseki. Bonseki merupakan landscape miniatur yang disajikan dalam nampan hitam. Bonseki adalah seni tradisional Jepang kuno yang menggunakan unsur kering kecil seperti pasir putih, kerikil, batu dan benda dekoratif mungil lainnya. Unsur-unsur ini digabungkan bersama-sama di bentuk seperti pemandangan aslinya.
Siapa yang Memperkenalkan Bonseki?

Seni ini berasal dari Periode Kamakura dimana gambar gantung meliputi gambar bonseki. Cerita lain mengklaim bahwa kaisar pertama yang memanfaatkan teknik bonseki dalam menggambarkan pemandangan dan benda alam adalah Kaisar Tenmu, kaisar ke 40 Jepang. Hal ini juga diyakini telah memainkan peran penting sebagai blue print di sebagian besar taman Kyoto yang indah.
Bagaimana Bonseki Berkembang
Pada 1400-an, bonseki menjadi teknik populer yang digunakan oleh keluarga kaya di Jepang. Ini terutama digunakan dalam arsitektur taman yang paling disukai bangsawan. Seiring waktu, sekolah yang didedikasikan untuk menguasai teknik ini didirikan. Ini sangat populer bagi wanita selama Periode Edo yang terlihat tertarik pada materi pelajaran.
Gaya yang berbeda digabungkan sebagai teknik bonseki yang berkembang sesuai dengan zaman modern. Namun, dengan datangnya pengaruh yang berbeda dari negara-negara di luar negeri (terutama pengaruh Barat), popularitas bonseki mulai berkurang, hanya menyisakan beberapa sekolah yang melestarikan budaya tradisional.
Bentuk Bonseki

Bonseki cukup menawan untuk melihat dengan banyak elemen damainya. Pemandangan miniatur sering digambarkan dengan bebatuan yang mewakili gunung, kebun, struktur dan sebagainya. Terkadang mereka digunakan sebagai garis pantai. Pasir putih digunakan untuk mewakili gelombang (riak) yang berasal dari laut. Membuat lansekap miniatur ini bisa menjadi waktu yang menyenangkan dan menyenangkan saat Anda bisa melihat hasilnya.
Anda tertarik membuat bonseki?
Save
