NIINDO.COM – Masjid Jami Tan Kok Liong ini terletak di daerah Cibinong, Bogor, Jawa Barat, dan merupakan sebuah bangunan masjid yang memiliki arsitektur unik, mirip seperti kelenteng. Masjid ini dibangun dengan nama berdasarkan nama kecil sang pendiri, yaitu Muhammad Ramadhan Effendi atau yang biasa dikenal dengan Anton Medan.
Anton Medan ini merupakan seorang mantan preman kelas kakap di Indonesia. Sempat hidup di dunia kriminal, dan membuat dirinya berulang kali keluar-masuk penjara. Namun tak disangka, dari balik dinginnya jeruji besi inilah Anton Medan justru mendapatkan hidayah hingga akhirnya insaf.
Kemudian Pada tahun 1992, Anton Medan secara resmi mengucap dua kalimat syahadat sebagai tanda dirinya menjadi seorang mualaf dihadapan almarhum KH Zainuddin MZ. Sejak saat itulah, penjahat kelas kakap itu berganti nama menjadi M Ramadhan Effendi.
Baca juga : Jepang adalah Pusat Mode untuk Fesyen Pria, Mengapa?
Setelah masuk Islam, kemudian Anton Medan mendirikan Majelis Taklim Ata’bin dan pondok pesantren untuk menampung para mantan narapidana dan pengangguran. Di kawasan pondok pesantren miliknya, Anton juga membangun masjid megah dan unik tersebut dengan arsitektur khas TionghoaMasjid Jami Tan Kok Liong berlokasi di Kampung Bulak Rata, Cibinong,Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Bangunan ini dibangun pada tahun 2005 dengan arsitektur masjid mirip kelenteng, tempat ibadah umat Konghuchu.

sumber: google.com
Berdiri di kawasan kompleks Yayasan At-Taibin, masjid ini memiliki wana cerah merah dan hijau khas Tionghoa yang mendominasi bangunan masjid berukuran 16×20 meter ini.Meski memiliki arsitektur mirip seperti kelenteng, dengan Anton Medan menambahkan ornamen khas bangunan masjid berupa kubah kecil berwarna emas.
Pada atas kubah terpampang papan nama masjid, Tan Kok Liong dengan tulisan China dan huruf abjad. Seperti yang dikenal , nama Tan Kok Liong sendiri diambil dari nama kecil Anton Medan.Jika dilihat dari atas, masjid ini bisa dibilang cukup besar dan megah. Bangunan masjid ini dibangun di kawasan yayasan yang memiliki luas sekitar satu hektare.
Masjid ini juga memiliki empat ruang bertingkat, dengan pembagian ruangan dasar digunakan untuk kesekertariatan, di lantai dua untuk tempat ibadah, dan di ruangan tingkat tiga dan empat sengaja dikosongkan.Disekitar bangunan masjid juga dikelilingi bangunan ruangan untuk para santrinya. Kabarnya, bangunan-bangunan ini sengaja dibuat menggambarkan masa lalu Anton Medan selama di penjara. Beberapa bagian gedung dibuat sengaja menyerupai bangunan yang ada di Lembaga Pemasyarakatan.
Baca juga : 4 Maskapai yang Turunkan Tarif Tiket Pesawat Hingga Akhir Tahun
Tonton juga :
