Sekilas namanya terlihat seperti orang Jepang, namun sebenarnya dia adalah orang Indonesia asli asal Tulung Agung Jawa Timur. Belakangan ini namanya menjadi terkenal terutama di kalangan para pelaku bisnis.
Dulu Mahmudi (nama aslinya) adalah anak negri yang bukan siapa-siapa, tidak di kenal seperti sekarang ini. Ia pernah mempunyai keinginan bekerja pada sebuah Hotel di Bali. Apalah daya seorang Mahmudi waktu itu adalah orang desa yang tidak banyak pengalaman apalagi cakap berbahasa asing, sedang pekerjaan di hotel menuntut orang untuk lancar dalam berbahasa asing.
Keinginannya tidak kandas sampai situ, Mahmudi mengikuti kursus berbahasa Jepang. Tidak dinyana, gurunya mengatakan bahwa bahasa jepangnya sangat buruk dan menyarankan dia berlatih dengan orang Jepang langsung.
Akhirnya dia bertemu seorang wanita asli jepang yang mengajarinya berbahasa jepang, yang ternyata wanita itu adalah jodohnya. Setelah mereka menikah ia dan istrinya hijrah ke Jepang. Mahmudi selalu berusaha keras mencari nafkah untuk keluarganya. Dari karyawan kebersihan hingga pekerja bangunan.
Sampai akhirnya ada seseorang yang mengajaknya berbisnis sebagai kontraktor, hingga disini perjuangan masih saja mendapatkan hambatan usahanya belum mendapat kepercayaan karena ia bukanlah orang asli Jepang.
Kemudian ia mempunyai ide dengan memberi nama keluarga Istrinya di belakang namanya. Ia meminta ijin kepada mertuanya untuk memakai nama Fukumoto di belakang namanya menjadi Mahmudi Fukumoto.
Sedikit demi sedikit ia mendapat kepercayaan dari publik jepang, hingga perjuangannya akhirnya mengantarkan dirinya menjadi CEO sebuah perusahaan di Jepang.
