NIINDO – Lebih dari 30 orang meninggal karena paparan suhu dingin di Prefektur Ishikawa setelah gempa bumi dahsyat pada Hari Tahun Baru. Demikian informasi yang diperoleh NHK. Banyak dari para korban meninggal saat menunggu penyelamatan.
Di prefektur tersebut, 238 kematian telah dikonfirmasi hingga Selasa (30/01/2024). Lima belas di antaranya diyakini disebabkan faktor yang dipicu oleh gempa.
NHK telah mengumpulkan informasi dari Badan Kepolisian Nasional mengenai penyebab meninggalnya 222 orang lainnya. Polisi sudah melakukan autopsi terhadap mereka.
Sebanyak 92, atau 41 persen, korban tewas akibat tertimpa reruntuhan, dan 49 lainnya, atau 22 persen, dari keseluruhan korban, meninggal karena sesak atau gagal napas.
BACA JUGA : Inflasi Tokyo di Bawah Target Bank Sentral
Sebanyak 32, setara 14 persen, meninggal karena hipotermia atau hilangnya panas tubuh.
Di Kota Wajima, tiga orang tewas terbakar saat kebakaran melanda sebuah jalan di pusat kota itu.
Lebih dari 70 persen dari 204 korban, yang usianya terkonfirmasi, berusia 60-an atau lebih.
Pejabat prefektur telah mempublikasikan penyebab kematian dengan persetujuan keluarga korban. Namun, masuk dalam kategori umum, seperti “rumah roboh” dan “tanah longsor”.
Ini adalah pertama kalinya rincian lebih lanjut diungkap.
Dikutip dari NHK News
