NIINDO – Kementerian Kesehatan Jepang pada Selasa (05/03/2024) secara resmi menyetujui penggunaan obat virus korona oral, Xocova, yang dikembangkan oleh perusahaan farmasi Jepang, Shionogi.
Panel pakar kementerian dalam pertemuan Senin (04/03/2024) malam mengonfirmasi efikasi obat tersebut dan memastikan tidak ada masalah keamanan yang serius
Xocova dapat diberikan kepada pasien, bahkan bagi orang yang memiliki risiko rendah untuk sakit parah, sejak mereka menunjukkan gejala ringan.
BACA JUGA : Fasilitas Medis di Prefektur Ishikawa Masih Alami Kesulitan
Obat tersebut diberikan izin penggunaan darurat pada November 2022. Ini adalah pertama kalinya kementerian menggunakan sistem yang memungkinkannya menyetujui obat dengan cepat.
Sistem ini memungkinkan otorisasi segera terhadap obat-obatan yang dikembangkan dalam waktu singkat ketika penyakit menular menyebar, dengan syarat obat tersebut diperkirakan efektif.
Dikutip dari NHK News
