Beranda » Kematian Terkait Bencana Masih Jadi Kekhawatiran Pascagempa Noto

Kematian Terkait Bencana Masih Jadi Kekhawatiran Pascagempa Noto

NIINDO – Dua pekan telah berlalu sejak gempa dahsyat dan tsunami melanda Jepang tengah. Hingga Senin (15/01/2024), bencana ini telah menewaskan sedikitnya 222 jiwa dan 22 orang masih belum ditemukan.

Di saat upaya bantuan terus berlanjut, otoritas terkait mengkhawatirkan kondisi buruk di pusat-pusat evakuasi akan menimbulkan risiko kesehatan yang besar.

Provinsi Ishikawa menyatakan hampir 500 orang di lebih dari belasan wilayah masih terisolasi karena jalan-jalan yang terputus.

Hingga Minggu (14/01/2024), air dan listrik masih belum tersedia di ratusan lokasi pengungsian yang menampung hampir 20 ribu orang. Sebanyak 13 pengungsi diyakini meninggal karena kematian mendadak atau kronis setelah tinggal di tempat evakuasi.

Untuk mencegah lebih banyak kematian terkait bencana, otoritas berupaya merelokasi para pengungsi ke akomodasi yang lebih baik di dalam dan di luar provinsi itu.

BACA JUGA : Perawat Akan Dikirim ke Fasilitas Lansia yang Kekurangan Staf Akibat Gempa

Setelah pindah ke lokasi tersebut, seorang pengungsi asal Wajima mengaku bisa meregangkan kakinya saat tidur. Ia mengaku senang bisa mandi untuk pertama kalinya dalam dua pekan.

Kebanyakan pengungsi gempa pada Hari Tahun Baru adalah orang lanjut usia atau mereka yang membutuhkan perawatan khusus, tetapi staf yang bekerja dengan mereka juga mengalami kesulitan.

Kementerian Kesehatan mengatakan akan mulai mengerahkan perawat dari wilayah lain di Jepang ke Ishikawa. Para perawat tersebut akan membantu fasilitas perawatan lansia yang kekurangan staf akibat bencana.

Mereka juga akan membantu para perawat yang mungkin terkena dampak gempa, tetapi telah bekerja sepanjang waktu untuk memberikan bantuan kepada kelompok yang paling rentan.

Dikutip dari NHK NEWS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.