NIINDO – Jumlah kecelakaan di area terlarang bandara-bandara di seluruh Jepang dari April hingga November tahun ini mencapai rekor tertinggi yaitu 38.
Kementerian Perhubungan Jepang mengatakan bandara diharuskan melaporkan kecelakaan di apron parkir dan area terlarang lainnya kepada kementerian.
Kecelakaan yang harus dilaporkan antara lain kecelakaan yang mengakibatkan pekerja di darat terluka dan tidak dapat bekerja selama empat hari atau lebih, kerusakan terhadap pesawat, atau penumpang terluka.
NHK mendapat informasi tentang 38 kecelakaan tersebut dari informasi yang diungkapkan oleh kementerian dan sumber lainnya.
BACA JUGA : Pengeluaran Rumah Tangga Jepang Kembali Turun pada Oktober
Jumlah tersebut merupakan yang tertinggi untuk periode sejak pencatatan dimulai pada tahun fiskal 2014.
Dari 38 kecelakaan tersebut, 21 kecelakaan melibatkan staf darat, 10 kerusakan pada pesawat, dan tujuh kasus cedera pada penumpang.
Sebagian besar kecelakaan tampaknya melibatkan pekerja yang memandu pesawat atau menangani bagasi dalam kargo.
Seorang pejabat kementerian perhubungan mengatakan ada kebingungan di area terlarang bandara karena para pekerja belum mendapatkan pengalaman yang memadai akibat anjloknya permintaan perjalanan udara selama pandemi virus korona.
Dikutip dari NHK World – Japan
